Share

5 Proyek di Kota Masa Depan, Berikut Daftar yang Segera Dibangun

Heri Purnomo, Jurnalis · Selasa 05 Juli 2022 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 470 2623927 5-proyek-di-kota-masa-depan-berikut-daftar-yang-segera-dibangun-0CXDe80lgK.JPG Ilustrasi kota hijau. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Inggris meluncurkan proyek-proyek Kota Masa Depan sebesar 9 juta poundsterling atau setara Rp162 milyar.

Proyek kota masa depan merupakan program kerja sama di bidang transportasi hijau.

Adapun proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani antara Menteri Transportasi Inggris & Indonesia pada Juni 2022.

Dalam proyek 'Kota Masa Depan' tidak hanya mempertimbangkan keberlanjutan transportasi perkotaan dalam arti rendah karbon, tetapi juga sosial.

Di mana dengan semua proyek itu untuk meningkatkan kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam aspek transportasi perkotaan.

Berikut ini lima proyek kota masa depan yang akan digarap:

1. Membuka peluang untuk kereta api ringan, pengembangan berorientasi transit, dan perolehan nilai tanah di Semarang Raya

Di mana pada proyek ini, dipimpin oleh Buro Happold (Perusahaan layanan profesional Inggris yang menyediakan konsultasi teknik, desain, perencanaan, manajemen proyek, dan layanan konsultasi untuk bangunan, infrastruktur, dan lingkungan).

Selain itu, proyek ini akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia, dan pemerintah kota Semarang untuk membuka hambatan keuangan dan pengiriman untuk pengembangan light rail transit, serta menghasilkan pembelajaran praktis yang akan ditingkatkan secara nasional untuk memaksimalkan dampak.

2. Mengembangkan peralihan ke transportasi rendah karbon melalui peningkatan keselamatan bagi kelompok-kelompok rentan

Proyek ini dipimpin oleh perusahaan Inggris, Arup (Firma profesional kelas dunia berkantor pusat di London, Inggris yang melayani rekayasa teknologi, rancangan, perencanaan, manajemen proyek dan konsultan untuk semua aspek pendirian bangunan).

Di mana proyek ini akan bekerja sama dengan otoritas transportasi dan perkotaan, serta kelompok masyarakat di kota Semarang, Surabaya, dan Makassar untuk menunjukkan cara meningkatkan partisipasi perempuan dan kelompok masyarakat kecil dalam perencanaan dan perbaikan transportasi umum.

Pembelajaran dari program ini akan menjadi masukan bagi pengambilan kebijakan nasional di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.

 3. Meningkatkan mobilitas perkotaan yang berkelanjutan di kota-kota metropolitan pesisir

Proyek ini dipimpin oleh WRI Indonesia, proyek ini akan membantu meningkatkan dan menerapkan strategi mobilitas perkotaan rendah karbon, inklusif, tangguh, dan aman di kota metropolitan pesisir Makassar dan Surabaya, yang rentan terhadap kenaikan permukaan laut dan banjir.

4. Dekarbonisasi transportasi inklusif di Indonesia

 

Proyek ini dipimpin oleh Stockholm Environment Institute di University of York, proyek ini akan berkontribusi pada rencana Kementerian Perhubungan untuk mengurangi emisi karbon transportasi perkotaan, serta memberikan dukungan kepada otoritas Kota Medan Raya untuk mengembangkan, membiayai, mengimplementasikan, dan mempercepat proyek transportasi rendah karbon secara menyeluruh.

5. Mobilitas bersih untuk metropolitan Jakarta

Instansi Kebijakan Transportasi dan Pembangunan (ITDP) akan memberikan dukungan kepada Otoritas Transit Jakarta Metropolitan (BPTJ) dan Pemerintah Jakarta untuk meningkatkan tingkat transportasi rendah karbon di seluruh kota, dan melihat bagaimana pendekatan ini dapat ditingkatkan secara nasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub Hendro Sugiatno mengatakan, pihaknya menyambut baik pelaksanaan kerja sama yang terjalin antara Indonesia dan Inggris.

"Melalui program ini kami percaya bahwa upaya dalam peningkatan kualitas mobilitas sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi dan penangan dampak perubahan iklim harus sejalan," bebernya.

"Kerja sama ini diharapkan mengembangkan sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan," tambahnya.

Adapun nantinya proyek ini akan mendukung beberapa kota di Indonesia termasuk Semarang, Medan, Surabaya, Makassar dan juga DKI Jakarta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini