Share

PSSI Jual Kapal Rp152,71 Miliar, Siapa Minat?

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 320 2624677 pssi-jual-kapal-rp152-71-miliar-siapa-minat-XRgBzUCdnh.jpg PSSI Jual Kapal (Foto: Okezone/Shutterstock)

JAKARTA - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) melakukan divestasi senilai Rp152,71 miliar. Di mana perseroan tercatat menjual Fasilitas Muatan Apung (FLF) Ratu Kumala kepada PT Asian Bulk Logistics senilai USD10,5 juta, atau setara dengan Rp152,71 miliar.

Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi lantaran tidak ada hubungan antara kedua perusahaan, serta bukan merupakan transaksi material lantaran tidak melebihi 20% dari total aset perseroan.

Perseroan mengungapkan, dari transaksi tersebut mendapatkan keuntungan berupa peremajaan kapal karena telah berumur 17 tahun, dan memanfaatkan kondisi pasar kapal yang baik. Disebutkan, penjualan ini menambah keuntungan perseroan dari penjualan kapal dan menambah arus kas perseroan.

Tidak ada dampak negatif terhadap kelangsungan usaha dan dampak material di bidang hukum. Pada tiga bulan pertama 2022, PSSI berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar USD26,8 juta atau naik 31% (yoy).

Peningkatakan pendapatan terutama dikontribusi oleh meningkatnya pendapatan Sewa Berjangka segmen Kapal Tunda dan Tongkang dan Kapal Curah Besar.

Direktur Utama PSSI, Iriawan Ibarat pernah bilang, imbas lonjakan harga komoditas internasional di kuartal I-2022 turut berkontribusi pada melambungnya pendapatan usaha, diantaranya karena adanya permintaan layanan angkutan komoditas yang tinggi.

Lebih lanjut dikatakannya, Perseroan juga mendapat tambahan keuntungan sebesar USD3,4 juta dari hasil divestasi empat unit aset, yakni 1-unit kapal curah besar, 2-unit tongkang, dan 1-unit kapal tunda.

Perseroan membukukan laba kotor USD9,6 juta dengan marjin laba kotor 36%. Sementara EBITDA Perseroan tercatat USD11,9 juta, meningkat 78% (yoy), yang mewakili peningkatan marjin EBITDA sebesar 44% dari 33% tahun lalu.

Dikatakan, peraturan pemerintah Indonesia untuk melarang ekspor batu bara pada Januari 2022 yang berimbas pada menurunnya volumenya pengangkutan secara drastic tidak terlalu signifikan mempengaruhi kinerja perseroan, pasalnya perseroan berhasil menghasilkan pendapatan usaha dan pemasukan lain.

Menurut Iriawan, pertumbuhan laba dan marjin laba kotor meningkat sebagian besar karena kinerja yang baik pada semua aset dengan biaya yang dapat dikelola.

Kontribusi signifikan juga berasal dari pendapatan sewa berjangka, sekitar 64% ke pendapatan. Sementara itu posisi laba bersih hingga akhir kuartal 1-2022 tercatat sebesar USD9,9 juta, naik signifikan 289% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meningkatnya laba bersih sekaligus menaikan laba per saham menjadi Rp28.โ€œRasio keuangan perseroan sejauh ini berada pada kondisi terbaik, dengan kas dan setara kas sebesar USD29 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini