Share

Mobil Mewah Dilarang Pakai Pertalite, Kalau Mobil Dinas Boleh?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 06 Juli 2022 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 06 320 2624797 mobil-mewah-dilarang-pakai-pertalite-kalau-mobil-dinas-boleh-Jx26by2SDk.jpg Beli Pertalite wajib daftar (Foto: Okezone)

JAKARTA – Masyarakat yang ingin beli BBM Pertalite harus mendaftar lebih dahulu. Diharapkan skema ini bisa membuat penyaluran BBM subsidi Pertalite bisa lebih tepat sasaran.

PT Pertamina (Persero) memastikan kriteria kendaraan roda dua dan empat baik umum dan pribadi yang berhak mendapat BBM subsidi akan diterbit akhir Juli 2022. Kriteria ini ditetapkan dan diterbitkan oleh pemerintah.

Adapun kriteria kendaraan penerima BBM jenis Pertalite ini dituangkan dalam hasil revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM). Pembaharuan regulasi tersebut menyusul adanya ketidakjelasan kriteria kendaraan penerima BBM bersubsidi dalam aturan sebelumnya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mencatat Perpres dalam proses harmonisasi di kementerian terkait. Dan dipastikan akan diterbitkan pada akhir bulan ini.

"Proses finalisasi akan keluar bulan ini, itu pemerintah, harmonisasi antar kementerian," ungkap Nicke dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (6/7/2022).

Secara normatif, lanjut Nicke, kriteria kendaraan penerima BBM bersubsidi ditetapkan oleh pemerintah. Sementara, Pertamina sebagai perusahaan pelat merah penyedia BBM hanya akan mengimplementasikan regulasi tersebut.

Saat ini perseroan tengah mengambil langkah persiapan, salah satunya mewajibkan pemilik kendaraan menggunakan aplikasi MyPertamina untuk membeli BBM bersubsidi. Proses ini masih dalam tahap pendaftaran.

"Dalam hal ini kami akan mengikuti apa yang ditetapkan pemerintah yang dituangkan dalam revisi Perpres tersebut," kata dia

Dalam perubahan tersebut, lanjut Nicke, pemerintah akan menetapkan jenis kendaraan hingga cubicle centimeter (cm3) atau CC. Baik roda dua dan empat akan ditetapkan berapa besaran cubicle centimeter kendaraan yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi.

"Misalnya kendaraan roda empat yang diperbolehkan sampai 1.500 CC, maka otomatis di atas 1.500 CC masuk ke Pertalite ini enggak akan keluar, itu mekanismenya, jadi tidak ada adjustment by person di SPBU," tutur dia.

Nicke juga memastikan regulasi ini hanya mengatur kendaraan umum dan pribadi. Hanya saja dia enggan menjabarkan kendaraan milik UMKM, pengusaha hingga kendaraan dinas pemerintah.

"Nanti saya jelaskan bagaimana UMKM, karena ini kan kalau kita lihat Perpres tersebut yang berhak adalah masyarakat dari jenis kendaraan, UMKM tentu berbeda pendekatannya, ketiga nelayan, keempat petani. Kemudian, kelima ada solar ada kaitannya dengan industri apa, ini nanti berbeda," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini