Share

PAM Mineral Raup Laba Bersih Rp24,73 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 278 2625408 pam-mineral-raup-laba-bersih-rp24-73-miliar-8UfOVuvQHA.jpeg PAM Mineral Raup Laba (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT PAM Mineral Tbk (NICL) tercatat laba bersih Rp 24,73 miliar di kuartal pertama 2022 atau melesat tajam 206% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp 8,08 miliar.

“Kinerja positif dipengaruhi peningkatan penjualan nikel. Tren positif ini diteruskan dari 2020 saat pendapatan kami naik signifikan sebesar Rp188,02 miliar setelah penjualan nikel IBM dimulai,” kata Direktur Keuangan NICL, Herman Thio di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Disampaikannya pula, perolehan pertumuhan laba didapat dari raihan pendapatan bersih yang melesat 126,32% menjadi Rp 222,20 miliar di kuartal I/2022 dari kuartal I/2021 Rp98,18 miliar.

Disebutkan pula, pendapatan diperoleh dari sejumlah klien di antaranya PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy, PT Guang Ching Nikel and Stainless Steel, PT Kyara Sukses Mandiri, PT Sulawesi Mining Indonesia, dan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel.

Dengan kenaikan pendapatan ini, aset NICL tercatat Rp521,33 miliar, naik 25% dari Desember 2021 senilai Rp 417,35 miliar, sementara kas dan setara kas juga naik 40,11% menjadi Rp138,54 miliar dari Rp 98,88 miliar.

Pada akhir 2021, NICL mencatatkan pendapatan Rp419,45 miliar, melonjak 123,09% dari Rp188,02 miliar pada 2020 dan laba bersih naik 42,14% menjadi Rp45,50 miliar dari Rp32,01 miliar.

Terkait dengan dana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) saat NICL listing 9 Juli 2021, IBM juga mendapatkan alokasi dana untuk eksplorasi penambahan cadangan bijih nikel di area blok kerja. Blok-blok ini memakai nama figur publik yakni BCL A, BCL B, Raisa, Kartini B, Tiara, dan Syahrini dengan total luas sekitar 51 hektare (ha) di dalam area pertambangan dengan IUP atas nama perseroan di Morowali.

Adapun pada 2021, NICL tidak melaksanakan pembagian dividen atas laba bersih tahun 2020. Namun, kata Herman, sebagai perusahaan terbuka, pada tahun- tahun mendatang dengan mempertimbangkan kemampuan perseroan dan aspek lainnya, perseroan membuka peluang untuk membayar dividen kepada pemegang saham, dengan pelaksanaan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tahun ini, perseroan akan meningkatkan kegiatan eksplorasi dan produksi hingga 1,5 juta ton Langkah ini seiring dengan pertumbuhan kinerja perusahaan dan tingginya kebutuhan nikel, terutama untuk industri manufaktur, konstruksi, dan bahan baku produksi baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

PAM Mineral akan menggenjot produksi dan eksplorasi untuk menambah inventory atau cadangan yang berkelanjutan, dengan total target penjualan 1,5 juta ton bijih nikel, naik dari target 2021 sebanyak 1,3 juta ton.

Target tahun ini terdiri atas 900.000 ton bijih nikel kadar tinggi (high grade, kandungan 1,5-1,75% Ni) dan 600.000 ton bijih nikel kadar rendah (low grade, kandungan di bawah 1,5% Ni).

Khusus untuk kategori high grade hasil produksi NICL berhasil terjual habis sesuai dengan kontrak dengan pelanggan.

Pada 2024, guna memperluas jangkauan pemasaran dan ikut menghasilkan Mix Hydroxide Precipitate/MHP (bahan baku pembuatan katoda baterai), NICL juga menargetkan penjualan 920.000 ton bijih nikel kadar tinggi.

Direktur Utama PAM Mineral, Ruddy Tjanaka mengatakan kebutuhan nikel mulai intensif dalam perkembangan industri hulu-hilir saat ini

“Kondisi ini membuat kami lebih optimistis ke depan ini akan ada nikel beserta turunannya yang akan menjadi salah satu primadona dari penggerak ekonomi Indonesia,” kata Ruddy.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini