Share

Krisis Energi, SKK Migas Siapkan Antisipasi

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 07 Juli 2022 19:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 07 320 2625619 krisis-energi-skk-migas-siapkan-antisipasi-8Qy6JZURoo.jpg SKK migas antisipasi krisis energi (Foto: Reuters)

JAKARTA – Krisis energi menjadi ancaman bagi banyak negara termasuk Indonesia. Menghadapi ancaman krisis energi, SKK Migas terus melakukan berbagai antisipasi menghadapi ancaman krisis energi dengan mewujudkan ketahanan energi di Tanah Air.

"Saat ini ada tiga isu seputar energi yaitu pandemi, masalah transisi energi dan konflik antar negara membuat harga minyak dan gas menjadi tinggi, untuk itu kita terus melakukan antisipasi mewujudkan ketahanan energi," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dilansir dari Antara, Kamis (7/7/2022).

Menurutnya ancaman terdepan yang dihadapi adalah krisis energi dan ketika ada konflik antar negara harga minyak dunia naik.

"Ini merupakan momen yang menarik bagi pengambil keputusan, perusahaan dan pemerintah karena dunia sedang gonjang ganjing sehingga perlu pengambilan keputusan yang tepat," kata dia.

Ia memaparkan apa yang terjadi di Ukraina menyebabkan peta energi kocar kacir karena ketergantungan negara di Eropa terhadap energi Rusia.

"Kita tidak pernah menduga harga minyak yang dulu anjlok sampai USD20 hari ini bisa di atas USD120 per barel," kata dia.

Oleh sebab itu presiden mencoba mengambil langkah agar persoalan ini bisa diatasi.

Kemudian dari saat ini Indonesia tengah menghadapi energi transisi diantaranya adalah nol emisi pada 2026.

"Konsekuensinya ada tambahan biaya bagi sektor industri yang masih menghasilkan CO2," kata dia.

Untuk itu SKK Migas menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi termasuk Unand bagaimana mewujudkan nol emisi ini.

Selanjutnya langkah yang perlu diambil adalah upaya mengangkat produksi minyak dan gas untuk mengurangi defisit.

"Sekarang kita dihadapkan pada bagaimana menaikkan produksi dan mengantisipasi energi transisi," ujarnya.

Ia melihat peran energi baru dan terbarukan berperan dalam menghadapi energi dan transisi dan mewujudkan kemandirian energi.

"Salah satunya adalah gas sehingga perlu dilakukan konversi dari minyak dan gas secara bertahap," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga tengah menyiapkan renstra soal minyak dan gas mulai dari aspek produksi hingga SDM meliputi 10 pilar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini