Share

Kisah Juragan Sapi Haji Doni yang Pernah Ditipu Rp700 Juta hingga Dapat Rp2,1 Miliar

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 08 Juli 2022 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 455 2626235 kisah-juragan-sapi-haji-doni-yang-pernah-ditipu-rp700-juta-hingga-dapat-rp2-1-miliar-BMH7ZUIwBq.jpg Penjual Hewan Kurban (Foto: Okezone)

DEPOK - Romdoni atau yang dikenal H Doni, siapa yang tidak tau pemilik mal hewan kurban yang berada di jalan M Yasin, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Seorang pelaku usaha yang pernah mengalami jatuh bangun dalam dunia usaha itu, yakni

Popularitas Doni cukup dikenal publik sebagai juragan sapi menjelang hari raya Idul Adha. Kisah manis pria kelahiran 28 Juni 1965 ini berawal dari jalan panjang usaha yang dirintisnya, sejak tahun 1970-an Doni kecil sudah memulai usaha karena tidak mampu melanjutkan sekolah tingkat SMP.

Saat itu dia berjualan daging sapi potong di pasar tradisional, dari situ sedikit demi sedikit keuntunganya di tabung agar bisa membeli seekor sapi.

"Keadaan yang sulit membuat saya berputar otak gimana caranya supaya uang bisa berputar, dari dagang sapi potong untungnya beli sapi hidup, begitu terus. Karena mau utang sama bank tidak dikasih," kata Doni di Mall Hewan Qurban, Depok.

Dalam mengarungi bisnis, sepertinya tak semulus yang dibayangkan, di saat mendulang Rupiah dari hasil jeri payahnya justru Doni diterpa kerugian yang cukup besar lantaran ditipu pelanggan.

Kejadian itu di tahun 1989 atau 1990, ketika pelanggan tak membayar 100 ekor sapi yang dipesan.

"Saya sempat frustasi lagi merintis tiba-tiba pesanan 100 ekor sapi tidak dibayar pelanggan, saat itu harganya Rp7 juta kalau 100 ekor berarti Rp 700 juta. Nyaris bangkrut waktu itu," ucap Doni.

Kegelisahan itu terus dirasakan ayah tiga anak itu, hingga terpaksa dirinya memutuskan untuk menjual mobil Toyota produksi tahun 1976 miliknya.

Akan tetapi dia berpikir hasil penjualan senilai Rp4,2 juta tak lain dan tak bukan untuk dibagikan ke anak-anak yatim piatu.

Setelah melakukan hal itu, sepertinya dewi fortuna seakan datang kepadanya. Seketika Doni mendapatkan kepercayaan dari temanya yang baru di kenal 4 bulan. "Teman saya itu meminta dan mempercayai saya untuk menjual 300 ekor sapi senilai Rp2,1 miliar. Saya tidak keluar uang sedikit pun," imbunya.

Dengan semangat Doni menjual sapi-sapi itu, tak disangka ratusan sapi itu habis terjual sehingga kerugian Rp700 juta kala itu bisa tergantikan dalam satu tahun. Sedangkan keuntungan dijadikan sebagai modal usaha kembali.

Jalan terjal yang dihadapi dalam memulai usaha menjadikan mental Doni kuat, kini usahanya berkembang pesat dalam waktu setahun dia bisa menjual 6-7 ribu ekor sapi yang beromset hingga puluhan miliar rupiah per bulan.

"Usaha saya pastinya bekerjasama dengan peternak-peternak sapi. Kebanyakan sapi yang saya jual bervariasi, yaitu sapi Kupang NTT, sapi Bima, dan Dompu NTB, sapi Bali, Madura, sapi Limosin, Simental dan Wagyu," jelasnya.

Untuk memajang sapi yang akan dijual, Doni memiliki beberapa outlet salah satunya di Mall Hewan Qurban yang dibuka tahun 2002.

Shoroom mobil bekas yang disulap menjadi kandang sapi ketika menjelang hari raya Idul Adha. Selain itu di sebuah depo wilayah Depok dengan luas lahan 500 meter persegi dengan kapasitas 2000 ekor. Serta outlet terbesarnya di Tapos, Bogor, yang dapat menampung 10 ribu ekor.

"Pengalaman ini yang membuat saya tak lupa kepada Allah SWT, bahkan setiap tahun saya selalu memberangkatkan pegawai pergi umroh atau haji," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini