Share

3 Alasan Terbesar Mengapa Dulu Elon Musk Ngotot Beli Twitter

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 13 Juli 2022 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 455 2628104 3-alasan-terbesar-mengapa-dulu-elon-musk-ngotot-beli-twitter-Bxk0tdPJmW.jpg Tiga alasan Elon Musk dulu ngotot beli Twitter (Foto: Reuters)

JAKARTA - 3 Alasan terbesar mengapa dulu Elon Musk ngotot beli Twitter. Orang Terkaya di dunia versi Forbes, Elon Musk pada April mengumumkan akan membeli Twitter seharga USD44 miliar atau sekitar Rp660 triliun.

Akan tetapi, pada 6 Juli 2022, melalui kuasa hukumnya dalam sebuah dokumen yang dikirimkan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) alias Securities and Exchange Commission (SEC), Elon Musk membatalkan pembelian media sosial yang berbasis di San Fransisco ini.

Jika ditarik ke belakang, dulu nampak Elon Musk sangat menggebu ingin membeli Twitter. Bahkan, dia berencana akan memberantas akun bot dan palsu yang diketahui tak jarang meresahkan di platform ini.

Lantas, apa alasan terbesar dulu Elon Musk ngotot beli Twitter? Untuk lebih lengkapnya, simak rangkuman okezone berikut ini.

3 Alasan Terbesar Mengapa Dulu Elon Musk Ngotot Beli Twitter

1. Menyukai Twitter

Elon Musk diketahui sejak lama sangat aktif menggunakan Twitter sejak, dan dapat dikatakan media sosial satu ini menjadi tempat dia menuangkan pemikirannya. Seperti diketahui Ceo Tesla ini memiliki audiens yang sangat besar di Twitter, berjumlah 100 juta pengikut.

Elon Musk kerap kali membuat kontroversi hingga Bursa Amerika (SEC) melarangnya membuat cuitan perihal Tesla, setelah satu citannya menghapus USD14 miliar dari harga sahamnya. Cuitannya juga kerap kali mempengaruhi nasib pemain kripto, dan berdampak tak main-main pada grafik perubahan harga kripto.

2. Media Sosial yang sangat bebas berpendapat (free speech)

Diketahui pula Elon Musk kerap kali menyinggung perihal kebebasan berbicara di akun twitter pribadinya. Baginya, Twitter adalah alun-alun kota digital tempat untuk bertukar pendapat.

“Kebebasan berbicara adalah dasar dari implementasi demokrasi dan Twitter adalah alun-alun kota digital di mana hal-hal penting bagi masa depan umat manusia diperdebatkan," ujar CEO SpaceX ini saat mengumumkan kesepakatannya dengan Twitter itu.

3. Berniat mengubah model bisnis Twitter

Di awal pengambilalihan Twitter, Elon Musk akan menghapus saham Twitter dan akan menjadikannya sebagai aset privat. Ia menyebut langkah itu akan memberinya kebebasan untuk membuat perubahan terhadap Twitter.

Ia juga berencana memberi ruang cuitan yang lebih panjang dan menambah fitur menyunting cuitan. Serta memastikan seluruh pengguna Twitter adalah manusia bukan bot yang dioperasikan komputer.

Elon Musk juga ingin mengubah Twitter tidak lagi mengandalkan iklan, melainkan memasang layanan berlangganan dan lebih tertarik pada langganan klaimnya.

Demikian 3 alasan terbesar mengapa dulu Elon Musk ngotot beli Twitter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini