Share

BI Pede Ekonomi RI Tumbuh hingga 5,3% di Tahun Ini

Michelle Natalia, Sindonews · Kamis 21 Juli 2022 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 320 2633823 bi-pede-ekonomi-ri-tumbuh-hingga-5-3-di-tahun-ini-1xVvDo6ZBe.jfif Ekonomi RI Diramal Tumbuh 5,3% Tahun Ini. (Foto: Okezone.com/Feby)

JAKARTA - Bank Indonesia prediksi ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,3%. Hal ini melihat perbaikan ekonomi domestik yang diprakirakan terus berlanjut, meskipun dampak perlambatan ekonomi global perlu tetap diwaspadai.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa dengan perkembangan ekonomi Indonesia sekarang, pertumbuhan ekonomi 2022 diprakirakan bisa dalam kisaran 4,5-5,3%.

Baca Juga: Ekonomi RI Kuartal II-2022 Diramal Tumbuh 5,5%

"Perekonomian domestik pada triwulan II-2022 diprakirakan terus melanjutkan perbaikan, ditopang oleh peningkatan konsumsi dan investasi nonbangunan serta kinerja ekspor yang lebih tinggi dari proyeksi awal," ujar Perry secara virtual di Jakarta, Kamis(21/7/2022).

Perry menyampaikan, berbagai indikator dini pada Juni 2022 dan hasil survei BI terakhir, seperti keyakinan konsumen, penjualan eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur mengindikasikan terus berlangsungnya proses pemulihan ekonomi domestik.

Baca Juga: RI dan Timor-Leste Sepakat Tingkatkan Nilai Perdagangan

Dari sisi eksternal, kinerja ekspor lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya, khususnya pada komoditas batu bara, bijih logam, dan besi baja didukung oleh permintaan ekspor yang tetap kuat dan harga komoditas global yang masih tinggi.

Pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh perbaikan berbagai lapangan usaha, seperti Industri Pengolahan, Perdagangan, serta Transportasi dan Pergudangan. Sementara itu, secara spasial, perbaikan ekonomi ditopang oleh seluruh wilayah terutama Jawa, Sumatera, dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua).

"Ke depan, perbaikan perekonomian domestik didukung oleh peningkatan mobilitas, sumber pembiayaan, dan aktivitas dunia usaha. Namun demikian, perlambatan ekonomi global dapat berpengaruh pada kinerja ekspor, sementara kenaikan inflasi dapat menahan konsumsi swasta," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini