Share

Menteri Hadi Geser Lahan Produktif Sawit dan Tebu Jadi Pangkalan Udara

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Kamis 21 Juli 2022 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 21 470 2634039 menteri-hadi-geser-lahan-produktif-sawit-dan-tebu-jadi-pangkalan-udara-ei7xclygTy.jpg Menteri Hadi Tinjau Lahan HGU PTPN II. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto melakukan kunjungan ke Deli Serdang, Sumatera Utara untuk meninjau lahan HGU (Hak Guna Usaha) yang digarap oleh BUMN PTPN (Perkebunan Nusantara) II.

Menteri ATR/BPN itu mengatakan nantinya bakal menggunakan lahan tersebut untuk pembangunan Landasan Udara (Lanud). Sehingga tidak lahan tersebut nantinya tidak lagi digunakan untuk produktivitas pertanian, namun akan dibangun lanud.

Baca Juga: Pengembangan Bandara Komodo Pakai APBN, Menhub Berharap Ada Investor Swasta

Lanud tersebut bakal dibangun di atas lahan seluas 1.170 hektare yang saat ini menjadi lahan perkebunan untuk produksi sawit dan tebu yang dikelola oleh PTPN II.

"Saya didampingi Dirut PTPN, dan kakanwil untuk melihat lokasi lahan tempat pengganti lanud Suwondo, tempatnya ada di wilayah hamparan perak, luas yang sudah kita ukur adalah 1.170 hektare milik PTPN 2," kata Menteri Hadi dalam video conference yang diterima MNC Portal, Kamis (21/7/2022).

Menteri Hadi menjelaskan alasan pemindahan Lanud tersebut didasari oleh anggapan bahawa lanud Suwondo yang berlokasi di Medan sudah kurang layak untuk di operasikan. Sebab terlalu dekat dengan permukiman dan sudah banyak bangunan gedung disekitarnya.

Baca Juga: Resmikan Bandara Komodo, Jokowi Harap Wisata Labuan Bajo Semakin Dikenal

"Setelah kita lihat kesana lahannya bagus untuk membangun pangkalan udara, memang bersatus HGU aktif, masih ditanami kelapa sawit dan tebu," kata Menteri Hadi.

Meski demikian pembangunan Lanud tersebut pun belum diketahui kapan bakal mulai dilakukan konstruksi, namun yang dilakukan pengadaan lahan terlebih dahulu saat ini sedangkan pembangunan diharapkan segera.

"Akan kita tempatkan detasemen angkatan udara untuk menjaga lahan tersebut dan melakukan sosialisasi bahwa lahan ini akan dibangun," kata Hadi

Menteri Hadi menjelaskan saat ini sudah melakukan komunikasi dengan PTPN untuk melakukan pembangunan Lanud diatas lahan produksi tersebut.

Di samping itu,saat ini sebetulnya Indonesia masih defisit untuk produksi gula. Antara kebutuhan gula dana negeri dan produksinya masih kurang. Memenuhi hal tersebut maka Indonesia melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pada konferensi pers usai melakukan rapat terbatas bersama presiden Joko Widodo di Istana Negara.

"Terpengaruh dari adanya larangan importasi gula dari negara lain, oleh karena itu presiden mengharapkan dalam waktu dekat antara Kementerian baik Pertanian, BUMN, Perdagangan, Perindustrian, untuk mempersiapkan berbagai hal untuk memenuhi kebutuhan gula nasional," kata Mentan SYL pada konferensi persnya kemarin, Rabu (20/7/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini