Share

Kawasan Labuan Bajo Punya Sistem Pengelola Sampah, Ini Penampakannya

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Sabtu 23 Juli 2022 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 23 470 2635010 kawasan-labuan-bajo-punya-sistem-pengelola-sampah-ini-penampakannya-AabWwC90BL.jpg Sistem pengolahan sampah Labuan Bajo (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan Waterfront Marina dan Sistem Pengelolaan Sampah Warloka di pantai Marina, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Kawasan Waterfront Pantai Marina terbagi menjadi lima zona. Zona 1 Bukit Pramuka, Zona 2 Kampung Air, Zona 3 Dermaga, Zona 4 kawasan Pantai Marina (Inaya Bay), Zona 5 Kampung Ujung.

Zona 1-2 dikerjakan pada 28 September 2020 - 21 November 2021 oleh kontraktor PT Wika Gedung dengan anggaran Rp81 miliar. Ruang lingkup pekerjaan Zona 1 meliputi dermaga gertak dan gazebo, menara pandang, promenade Kampung Baru, toilet, dermaga A, SOG Kampung Baru danpower house.

pengolahan sampah

Selanjutnya Zona 2 meliputi Tangga Bajo 1, dermaga B, promenade Kampung Air, Tangga Bajo 2, Dermaga Pink dan gazebo, toilet, jalan dan saluran. Zona 3 dan 5 dikerjakan pasa 28 September 2020 - 8 Februari 2022 oleh kontraktor PT Brantas Abipraya dengan anggaran Rp207 miliar.

Ruang lingkup pekerjaan Zona 3 meliputi plaza, Tangga Bajo 3, gedung MEP, Tangga Bajo 4, toilet, lahan parkir, Tangga Bajo 5, area hijau, amphitheater, taman air, trestal dan lansekap. Sementara Zona 5 meliputi Kuliner Kampung Ujung, toilet, Promenade Kampung Ujung, Tangga Bajo 6 dan dermaga apung.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan Labuan Bajo. Kehadiran tempat pengelolaan sampah diharapkan bisa efektif untuk mengelola sampah di kawasan wisata tersebut.

"Tolong kita semua bisa ikut aktif menjaga kebersihan kawasan, karena yang menikmati juga warga disini,” kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Sabtu (23/7/2022).

Pengelolaan sampah Warloka yang terdiri dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). TPST Warloka dioperasikan untuk dapat mengolah sampah dengan kapasitas 20 ton/hari. Sementara TPA Sampah Warloka dioperasikan untuk memproses akhir sampah yang telah diolah di TPST berupa residu abu dengan kapasitas 2 ton/hari.

Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja menambahkan bahwa penataan marina di Labuan Bajo merupakan model yang baik bagi kota-kota pantai dan pesisir di Indonesia, terlebih yang mengandalkan potensi pariwisata sebagai basis perekonomian lokal.

"Ruang publik sebagai ruang ketiga perlu kita ciptakan agar kota-kota kita semakin humanis, nyaman dan berkualitas layanannya,” pungkas Endra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini