Share

Pulihkan Sektor Pertanian, PUPR Rehabilitasi Irigasi Gumbasa Pasca-Gempa Palu 2018

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Minggu 24 Juli 2022 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 24 470 2635333 pulihkan-sektor-pertanian-pupr-rehabilitasi-irigasi-gumbasa-pasca-gempa-palu-2018-lTTuEd1NZ7.jpg Irigasi Gumbasa. (Foto: PUPR)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu melakukan rehabilitasi pada jaringan irigasi Gumbasa Tahap II untuk memulihkan sektor pertanian yang rusak pasca gempa Palu 2018 silam.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa irigasi di kawasan hulu Gumbasa untuk mengairi lahan pertanian subur menjadi prioritas untuk difungsikan kembali setelah bencana gempa.

Pekerjaan rehabilitasi Bendung dan Saluran Irigasi DI Gumbasa tahap II ditargetkan rampung pada tahun 2023.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Kementerian PUPR Taufik mengatakan, sebelumnya telah diselesaikan Rehabilitasi Bendung dan Saluran Irigasi Daerah Irigasi (DI) Gumbasa tahap I untuk areal pertanian seluas 1.070 hektar (ha)

 BACA JUGA:Biaya Rumah Mahal, REI dan PUPR Bakal Pakai Cara Ini

"Untuk rehabilitasi irigasi Gumbasa tahap II, pekerjaan dibagi menjadi lima paket, dan yang saat ini sudah berjalan memasuki tahapan konstruksi sebanyak empat paket dari loan Asian Development Bank (ADB)," ujar Taufik dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/7/2022).

Sementara untuk paket kelima yang menggunakan dana loan JICA (Japan International Cooperation Agency) masih dalam tahapan desain, ditargetkan sekitar bulan September sudah bisa lanjut tahap lelang.

Untuk pekerjaan paket pertama adalah rehabilitasi bendung pada tubuh bendung sepanjang 67,7 meter (m), rehabilitasi tanggul banijir di upstream bendung (300 m), rehabilitasi tanggul banjir di downstream bendung 427 m di sisi kiri dan 452 m di sisi kanan, rehabilitasi penguras, serta pekerjaan landscape. Nilai pekerjaan paket pertama sebesar Rp44,83 miliar dengan progres 54,98% dan ditargetkan rampung pada Februari 2023.

Selanjutnya untuk paket kedua yakni pekerjaan rehabilitasi jaringan utama terdiri dari pekerjaan bangunan, saluran primer sepanjang 9.933 m, saluran sekunder 11.110 m dan saluran tersier 33.890 m ruas BGKn 7 - 24 dengan luas areal 1.612 ha. Nilai pekerjaan paket kedua sebesar Rp334,31 miliar dengan progres 19,62% dan ditargetkan rampung pada Maret 2023.

Sedangkan untuk paket ketiga berupa rehabilitasi jaringan (bangunan, saluran primer sepanjang 8,5 km, dan saluran sekunder 23,73 km) ruas BGKn 24-42 dengan luas areal 2.458 hektare.

Nilai pekerjaan paket ketiga sebesar Rp256,9 miliar dan ditargetkan rampung pada Maret 2023.

Selanjutnya untuk paket keempat rehabilitasi jaringan irigasi Gumbasa yakni pembuatan dan pemasangan precast U-Ditch dengan mutu beton K-225 untuk jaringan tersier.

"Untuk pelaksanaan pemasangannnya dilaksanakan secara swakelola melalui metode padat karya melibatkan kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) D.I. Gumbasa guna mendukung kegiatan konstruksi pembangunan jaringan tersier D.I Gumbasa," pungkas Taufik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini