Share

Furnitur Indonesia Laris Manis Diserbu di Atlanta Summer Market

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Rabu 27 Juli 2022 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 455 2636944 furnitur-indonesia-laris-manis-diserbu-di-atlanta-summer-market-WTDlxFBkVC.jpg Produk furnitur Indonesia laris manis (Foto: Okezone)

JAKARTA - Produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia laris manis di ajang pameran Atlanta Summer Market di Americas Mart Convention Center, Atlanta, Amerika Serikat (AS). Produk ini berpotensi meraup transaksinya lebih dari USD2,4 juta atau sekitar Rp33 miliar.

"Produk yang menarik perhatian adalah produk mainan dengan bentuk peta AS dalam bentuk 3D, produk kayu cemara, peralatan perkakas terbuat dari kayu, kotak penyimpanan anggur dan rokok," ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi lewat keterangan resminya, Rabu (27/7/2022).

Didi juga menyampaikan, pada pameran yang digelar 13–17 Juli 2022 ini, dapat berfungsi sebagai katalis untuk meningkatkan ekspor produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia ke AS.

“Produk Indonesia yang akan melakukan penetrasi pasar ke Amerika Serikat harus memiliki unsur yang lekat dengan kebudayaan setempat. Dengan cara ini, produk Indonesia dapat menarik perhatian buyer dengan mudah dan diterima mudah di pasar Amerika Serikat,” ujar Didi.

Sementara itu, Kepala Indonesian Trade Promotion Center Bayu Nugroho menyampaikan, keikutsertaan pada pameran ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke pasar AS.

Berdasarkan data IHS Market, nilai ekspor Indonesia ke AS pada 2021 untuk produk furnitur adalah sebesar Rp26 triliun rupiah dan Rp7 triliun rupiah untuk produk dekorasi rumah. Kedua nilai tersebut secara berturut-turut naik 26,1% dan 41,9% dibandingkan 2020.

“Indonesia merupakan salah satu negara yang mendapatkan preferensi tarif khusus untuk masuk ke pasar Amerika Serikat melalui skema Generalized System of Preference (GSP), khususnya produk turunan furnitur (HS 94). Diharapkan dengan memanfaatkan GSP tersebut, produk furnitur Indonesia dapat bersaing dengan negara lain karena adanya keringanan pajak/tanpa bea masuk,” jelas Bayu.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini