Share

Investasi di IKN, Ini 4 Fokus Kerjasama RI-Korsel

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 29 Juli 2022 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 470 2638290 investasi-di-ikn-ini-4-fokus-kerjasama-ri-korsel-t5NGS9UaIa.jpg 3 perusahaan besar korsel investasi di IKN (Foto: Instagram)

JAKARTA – Ada 4 fokus kerjasama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pembangunan infrastruktur IKN Nusantara. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan beberapa bentuk kerja samanya yakni pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karian di Banten untuk penyediaan air baku di Jakarta bagian Barat, termasuk pembangunan water treatment plan dan jaringan distribusinya.

"Kemudian juga sedang dilakukan feasibility study untuk Semarang Smart Water System,” kata Menteri Basuki pada keterangan tertulisnya, Kamis (28/7/2022).

Menteri Basuki mengatakan, dalam mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo telah dibahas dan disepakati empat bentuk kerja sama konkrit khususnya terkait dukungan pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Kerjasama pertama adalah Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan akan membantu melalui hibah pembangunan instalasi pemurnian air dengan kapasitas 300 liter/detik, seperti yang dibangun di Hwaseong Water Purification Plant.

"Menurut saya ini adalah the best available technology yang sudah diaplikasikan oleh Korea Selatan sehingga siap minum, sangat reliable karena proses pengolahan akhirnya dilakukan dengan metoda ozonisasi,” kata Menteri Basuki.

Kerja sama kedua yang sudah disepakati adalah pembangunan instalasi pengolahan limbah cair untuk IKN Nusantara. Kerjasama ketiga adalah pembangunan smart village yang terdiri dari 100 unit rumah sebagai proyek percontohan. Proyek smart village ini direncanakan dapat mulai dibangun pada 2023 mendatang dengan dukungan dari Korea Selatan.

"Kerjasama ketiga, kami juga telah mengunjungi Busan Eco Delta Smart City dan Smart Village yang dulu tahun 2019, saat groundbreaking juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Kita lihat bagaimana progresnya setelah tiga tahun," sambungnya.

Ada yang namanya smart village yang sudah selesai dibangun sebanyak 86 rumah dan dihuni oleh 400 orang. Perkembangannya sedang dimonitor terus melalui implementasi 41 jenis teknologi canggih di dalam smart village tersebut,” ujar Menteri Basuki.

Terakhir, untuk menghubungkan IKN Nusantara dengan Kota Balikpapan akan dibangun immerse tunnel yang sesuai dengan konsep forest city. Menurutnya pembangunan immerse tunnel bertujuan untuk melindungi bekantan, fauna dan flora endemik di sekitar teluk Balikpapan.

"Kita tidak akan membangun jembatan yang secara fisik mengubah morfologi lingkungan, melainkan kita coba bangun immerse tunnel seperti di Geoje, Busan. Saat ini sedang dikerjakan feasibility study-nya untuk kemudian tahun ini dilanjutkan dengan basic design-nya, sehingga bisa kita mulai pembangunannya pada 2023,” pungkas Menteri Basuki.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini