Share

Target 126 Juta Sertifikat Tanah, Menteri Hadi Buka Pelayanan Sabtu dan Minggu

Erfan Erlin, Jurnalis · Sabtu 30 Juli 2022 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 470 2639166 target-126-juta-sertifikat-tanah-menteri-hadi-buka-pelayanan-sabtu-dan-minggu-cn2mVaKvQn.jpg Menteri Hadi Tinjau Pelayanan Sertifikat Tanah Sabtu dan Minggu. (Foto: Okezone.com/MPI)

JAKARTA - Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto menargetkan program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL) sebanyak 126 juta sertifikat seluruh Indonesia di akhir 2024. Berbagai kemudahan dan peningkatan layanan mereka lakukan untuk menggapai target tersebut.

Pihaknya sudah memiliki roadmap setiap wilayah untuk penyelesaian PTSL. Hadi menandaskan penyelesaian PTSL diprioritaskan yang harus disegera diselesaikan adalah tanah dengan status K4 yaitu bidang tanah yang objek dan subjeknya sudah terdaftar dan sudah bersertifikat hak atas tanah yang belum dipetakan.

"K4 ini adalah sudah ada di dalam peta. Kemudian yang kita selesaikan adalah data-data yuridis," terang dia usai meninjau layanan Sabtu Minggu di Kantor BPN Kabupaten Bantul, Sabtu (3/7/2022).

Baca Juga: Temukan Dugaan Pungli di Cimahi, Menteri ATR Siap Copot Pegawainya

Kemudian yang K2 ataupun K3, Hadi menandaskan memang akan diselesaikan sambil berjalan. Jika mereka sudah memiliki peta atau bagannya sendiri di mana di situ sudah tertera adalah tanah siapa dan sebagainya maka tinggal menyelesaikannya dengan data-data yuridis.

Sehingga target yang ingin mereka capai 126 juta sertifikat paling tidak tahun 2024 akhir ini sudah mendekati. Karena mereka terus mengejar dengan melihat datanya. Apalagi dengan layanan Senin sampai dengan Minggu ini, pihaknya akan mengevaluasi bagaimana mutu layanan PTSL sampai dengan sertifikat mandiri.

"Itu semua nanti akan terus kita ikuti dan evaluasi," tandas dia.

Baca Juga: Urus Sertifikat Tanah Lebih Mudah dengan Aplikasi dan Drive Thru

Untuk kunjungannya kali ini bertujuan untuk mengecek secara langsung wilayah-wilayah yang sudah ia perintahkan untuk memberikan layanan prioritas. Layanan prioritas diberikan dari hari Senin sampai Jumat, kemudian untuk Sabtu dan Minggu adalah layanan akhir pekan yang dibuka mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.

Dirinya melihat, layanan ini cukup bagus dan diterima oleh masyarakat terutama masyarakat yang tidak sempat mengurus tanah mulai dari Senin hingga Jumat. Di mana ihari Sabtu ini banyak sekali yang memanfaatkan layanan di luar jam kantor.

"Dan bagi masyarakat yang apabila menemukan masalah terkait masalah mafia dan sebagainya maka segera menghubungi nomor WhatsAp kami. Kami akan layani segera, apabila permasalahannya di Bantul maka akan kami minta Kepala Kantor BPN Bantul untuk segera menyelesaikannya," tambahnya.

Kemudian untuk meningkatkan kinerja dan juga terus melaksanakan transformasi manajemen sumber daya manusia (SDM). Pekan ini, dia juga mengaku sudah berkunjung ke Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) untuk melihat program baik D1 ataupun D4.

Di mana nanti SDM dari STPN tersebut mereka manfaatkan untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan seperti permasalahan percepatan penyelesaian PTSL, kemudian konflik agraria sengketa tanah termasuk juga Mafia tanah.

Dan berikutnya adalah transformasi digital di mana nanti pelayanan publik layanan sertifikat tanah dilaksanakan secara digital. Sehingga dengan transformasi dua layanan tersebut maka himbauan Presiden Jokowi untuk percepatan PTSL dapat dilaksanakan.

"Kemudian konflik agraria dan mafia tanah segera bisa kita sselesaikan dengan baik,"tandasnya.

Yang jelas nanti ia akan melihat yang paling dasar adalah di Desa. Apakah Desa memiliki peta desa, apakah desa memahami tugas-tugas melayani rakyat di mana rakyat membutuhkan layanan untuk menyelesaikan persertifikatan. Inilah yang nanti akan ia evaluasi apalagi ada temuan maka ia akan melaksanakan kerjasama empat pilar.

Desa menjadi salah satu objek, sehingga kami akan meminta kepada desa desa lengkap termasuk dokumen-dokumen di desa untuk menunjang pelayanan bagi masyarakat,"kata dia.

Langsung menghubungi nomor WA dan akan segera ditangani berdasarkan wilayahnya dengan memerintahkan kakangor untuk mengatasinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini