Share

Pejabat Eselon V Terlibat Mafia Tanah, Kementerian ATR Angkat Bicara

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2022 19:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 470 2640850 pejabat-eselon-iii-terlibat-mafia-tanah-kementerian-atr-angkat-bicara-czlqNE157X.jpg Pejabat eselon III terlibat kasus mafia tanah (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pejabat eselon V Kementerian ATR yang diduga terlibat dalam praktek mafia tanah yang terjadi di Bogor, Jawa Barat. Juru Bicara Kementerian ATR Hari Prihartono angkat bicara terkait hal ini.

"Itu ada 6 oknum yang tertangkap di sana, salah satunya ASN dari BPN, persisnya beliau di eselon V," ujar Hari saat ditemui di Kantornya, Selasa (2/8/2022).

Hari mengatakan saat ini memang banyak konflik yang terjadi pada program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) yang bakal banyak banyak menerbitkan sertifikat untuk masyarakat.

"Ini merupakan satu modus yang memang dalam beberapa konflik di PTSL yang muncul, itu sudah kita temukan di beberapa daerah lain yang modusnya sama," sambungnya.

Hari menjelaskan saat ini Kementerian ATR/BPN telah menyerahkan kasus tersebut untuk diusut tuntas oleh penegak hukum dan senantiasa mendukung apapun hasilnya. Jika terbukti maka Menteri Hadi dikatakan Hari, tidak pandang bulu untuk memecat pejabat di lingkungan ATR/BPN yang terlibat praktik mafia tanah.

"Berdasarkan APTB, maka pihak ATR/BPN saat ini mengambil posisi, seandainya dalam proses hukum, yang bersangkutan memerlukan pendampingan, tetap diberikan pendampingan," kata Hari.

Menurutnya ada yang menarik dari adanya praktik mafia tanah yang hingga saat ini masih terjadi di lapangan. Karena jejaring mafia tanah yang ada saat ini cukup kompleks.

"Mafia itu bergerak dari yang tingkat paling kecil, dengan bermain dengan oknum di kelurahan, kemudian ada pihak lain, misal yang mencari objek, tapi pergerakan ini sampai ke atas, kemudian sampai ke kantah/kanwil, itu pasti ada yang medrive, atau pihak yang memainkan itu semua," kata Hari.

"Karena kalau dari beberapa kasus yang sudah terungkap, proses administrasi ini mulus, tidak pernah dalam satu tahapan terjegal, itu kan bisa patut di duga ini sudah di tata sebelumnya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini