Share

7 Fakta Beras Bansos Ditimbun di Depok, Alasan JNE hingga Pemilik Lahan Bakal Disomasi

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 06 Agustus 2022 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 320 2642447 7-fakta-beras-bansos-ditimbun-di-depok-alasan-jne-hingga-pemilik-lahan-bakal-disomasi-5NB4Jskayi.jpg Beras Bansos Dikubur di Depok. (Foto: Okezone.com/Antara)

JAKARTA - Viral beras bansos Presiden ditimbun di Depok. PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) pun meminta maaf atas kegaduhan selama satu minggu belakangan terkait adanya tudingan penguburan beras yang dilakukan pihaknya.

JNE melalui Kuasa Hukumnya, Hotman Paris Hutapea membantah adanya penimbunan beras yang dilakukan oleh kliennya. Menurutnya adanya berat tersebut bukan ditimbun melainkan karena rusak akibat cuaca.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait bansos Presiden yang ditimbun di depok, Sabtu (6/8/2022):

1. JNE Minta Maaf

"Saya meminta maaf kepada seluruh stakeholder karena kegaduhan selama satu minggu belakangan ini terkait adanya temuan penguburan beras di Depok," kata VP of Marketing JNE Express Eri Palgunadi di Jakarta Utara.

2. JNE Ganti Beras Bansos Rusak

Kuasa Hukum JNE Hotman Paris Hutapea mengatakan bahwa beras yang sudah rusak tersebut sudah diganti oleh pihak JNE dengan meminta beras pengganti kepada pihak PT Storesend Elogiatic Indonesia (SSI) dengan memotong honor yang didapatkan dari distribusi tersebut.

Baca Juga: Dear Pendaftar Kartu Prakerja Gelombang 39, Ini Cara Cek Hasil Kelulusan

"Jadi ketika beras itu rusak, kita langsung minta pengganti ke SSI, dan dari JNE langsung mengirim lagi ke penerima manfaat bantuan," katanya.

3. Alasan JNE Kubur Beras

Hotman mengatakan penguburan tersebut dikarenakan beras yang rusak sudah mengendap di gudang JNE selama satu setengah tahun dan mengalami pembusukan.

Dia menambahkan bahwa penguburan tersebut dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pihak JNE dituduh menjual belikan beras bantuan Presiden.

Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 39 Ditutup, Cek Hasil Kelulusan di Sini!

"Beras rusak sebanyak 3,4 ton itu kejadianya bulan Mei 2022 dan disimpan selama satu setengah tahun di Gudang JNE, dan itu makin lama makin rusak dan busuk, dan kemudian ada inisiatif untuk dibuang, dan kalo diedarkan di masyarakat malah disalah gunakan," pungkasnya.

4. Somasi Pemilik Lahan

PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) menyatakan akan mempertimbangkan lakukan somasi kepada pihak Rudi Samin yang mengaku sebagai pemilik lahan lokasi beras bansos dikubur di Depok, Jawa Barat.

Somasi tersebut dilakukan atas fitnah yang telah dilakukan Rudi Samin terkait penimbunan beras yang dilakukan oleh pihak JNE.

"Kita lagi pertimbangkan untuk lapor polisi atau perdata itu saja dan anda tahu semua ini pemicunya adalah fitnah," kata Kuasa Hukum JNE, Hotman Paris.

5. Hotman Bilang JNE Difitnah

Hotman menuding bahwa Rudi memfitnah kliennya lakukan penimbunan beras bantuan presiden.

Dirinya menyatakan pihak JNE tidak pernah lakukan penimbunan beras, melainkan mengubur beras .

Serta dia menegaskan bahwa itu dilakukan karena sudah hak milik JNE.

"Itu membohongi rakyat Indonesia dong, masa memfitnah orang menyatakan menimbun beras bamtuan Presiden, padahal tujuan dia adalah memperjuangkan tanah milik dia dan pihak JNE tidak pernah menganggap tanah tersebut milik JNE," tegasnya.

6. Bukan Ditimbun tapi Dibuang

Viral beras bansos Presiden dikubur di lahan kosong Depok Jawa Barat. PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) membantah adanya penimbunan beras yang dilakukan oleh pihaknya.

"JNE tidak pernah menimbun beras, JNE membuang beras milik JNE yang sudah rusak, jadi tidak benar itu adanya penimbunan yang dilakukan JNE, yang ada merupakan beras dibuang oleh JNE," ujar Hotman Paris Hutapea.

7. Penjelasan Bulog

Bulog mengklaim bahwa JNE sebagai pihak ketiga transporter yang mengirim bantuan Presiden sudah mengganti beras yang rusak dan mengantarnya langsung ke warga penerima. Pernyataan ini menjawab temuan beras rusak yang dikubur di Depok.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menerangkan, mengenai adanya pemberitaan beras yang rusak dengan ini disampaikan kronologisnya. Pada periode Mei-Juni 2020, pihak pengantar (JNE) akan mengirimkan beras kepada warga penerima bantuan beras Presiden, namun dalam perjalanannya ada kendala yang mengakibatkan beras tersebut mengalami sedikit kerusakan.

Pada saat itu juga, pihak ketiga (JNE) segera menghubungi Bulog untuk membeli beras pengganti agar segera diantar kepada warga penerima.

"Jadi pihak ketiga sudah menggantinya dengan beras berkualitas baik dan diterima dengan baik juga oleh seluruh warga penerima manfaat. Sedangkan beras yang rusak tersebut menjadi tanggungjawab pihak ketiga, dan bukan lagi menjadi tanggungjawab Bulog," ujarnya, Selasa (2/8/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini