Share

7 Fakta Beras Bansos Ditimbun di Depok, Alasan JNE hingga Pemilik Lahan Bakal Disomasi

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 06 Agustus 2022 05:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 320 2642447 7-fakta-beras-bansos-ditimbun-di-depok-alasan-jne-hingga-pemilik-lahan-bakal-disomasi-5NB4Jskayi.jpg Beras Bansos Dikubur di Depok. (Foto: Okezone.com/Antara)

5. Hotman Bilang JNE Difitnah

Hotman menuding bahwa Rudi memfitnah kliennya lakukan penimbunan beras bantuan presiden.

Dirinya menyatakan pihak JNE tidak pernah lakukan penimbunan beras, melainkan mengubur beras .

Serta dia menegaskan bahwa itu dilakukan karena sudah hak milik JNE.

"Itu membohongi rakyat Indonesia dong, masa memfitnah orang menyatakan menimbun beras bamtuan Presiden, padahal tujuan dia adalah memperjuangkan tanah milik dia dan pihak JNE tidak pernah menganggap tanah tersebut milik JNE," tegasnya.

6. Bukan Ditimbun tapi Dibuang

Viral beras bansos Presiden dikubur di lahan kosong Depok Jawa Barat. PT Tiki Jalur Nugraha Eka Kurir (JNE) membantah adanya penimbunan beras yang dilakukan oleh pihaknya.

"JNE tidak pernah menimbun beras, JNE membuang beras milik JNE yang sudah rusak, jadi tidak benar itu adanya penimbunan yang dilakukan JNE, yang ada merupakan beras dibuang oleh JNE," ujar Hotman Paris Hutapea.

7. Penjelasan Bulog

Bulog mengklaim bahwa JNE sebagai pihak ketiga transporter yang mengirim bantuan Presiden sudah mengganti beras yang rusak dan mengantarnya langsung ke warga penerima. Pernyataan ini menjawab temuan beras rusak yang dikubur di Depok.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog Awaludin Iqbal menerangkan, mengenai adanya pemberitaan beras yang rusak dengan ini disampaikan kronologisnya. Pada periode Mei-Juni 2020, pihak pengantar (JNE) akan mengirimkan beras kepada warga penerima bantuan beras Presiden, namun dalam perjalanannya ada kendala yang mengakibatkan beras tersebut mengalami sedikit kerusakan.

Pada saat itu juga, pihak ketiga (JNE) segera menghubungi Bulog untuk membeli beras pengganti agar segera diantar kepada warga penerima.

"Jadi pihak ketiga sudah menggantinya dengan beras berkualitas baik dan diterima dengan baik juga oleh seluruh warga penerima manfaat. Sedangkan beras yang rusak tersebut menjadi tanggungjawab pihak ketiga, dan bukan lagi menjadi tanggungjawab Bulog," ujarnya, Selasa (2/8/2022).

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini