Share

Menteri Basuki Tekankan Kembali Peran dan Tanggung Jawab Bawahannya, Ada Apa?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Jum'at 05 Agustus 2022 22:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 320 2642572 menteri-basuki-tekankan-kembali-peran-dan-tanggung-jawab-bawahannya-ada-apa-k66XNYexLo.JPG Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: MPI)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan Rapat Kerja (Raker) percepatan pelaksanaan program TA 2022 dan melakukan penyiapan pelaksanaan program TA 2023.

Pada kesempatannya, Menteri Basuki menekankan sekaligus kembali mengingatkan tugas dan fungsi yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

Menteri Basuki pertama menyinggung peran Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN)/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) sebagai regional road manager, construction road manager dan Road Programmer.

 BACA JUGA:PUPR Siapkan 20 Ribu Rumah Murah, Buruan Cek Lokasinya!

"Jadi jalan, jalan tol dan jembatan itu tanggung jawab Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR jangan dipisahkan ini tanggung jawab daerah atau pusat. Kita harus sadar kalau kita itu adalah regional road manager dengan UU jalan yang baru akan lebih jelas lagi ,” kata Menteri Basuki, Kamis (4/8/2022).

Menteri Basuki memberikan contoh pada jalan kabupaten yaitu Ruas Kabanjahe - Kampung Jeruk (Liang Melas Daras), Sumatera Utara.

Menurutnya sebagai regional road manager, Kepala BBPJN/BPJN bertanggung jawab terhadap pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional, sementara tanggung jawab untuk jalan daerah meliputi advis teknik.

“Kalau ada pemerintah daerah yang minta bantuan tolong untuk dikawal, dicek selama pemasangannya diawasi,” lanjut Menteri Basuki.

Sementara lingkup pekerjaan road construction manager meliputi pelaksanaan, pengawasan teknis konstruksi dan pasca konstruksi (kerapian).

Di samping itu, Menteri Basuki mengatakan Kepala BBPJN/BPJN juga berperan sebagai road programmer.

“Sebagai road programmer orientasinya pada kualitas, fungsi wilayah dan estetika,” kata Menteri Basuki.

Pada kesempatannya ini Menteri Basuki juga kembali menekankan pentingnya estetika penataan jalan.

Penayangan tumbuhan pada bangunan infrastruktur menambah estetika, dan keindahan sebuah bangunan

"Seperti di Tol Cisumdawu bisa ditanami tumbuhan. Kita harus punya kemauan dan kepedulian untuk lingkungan,” pungkas Menteri Basuki.

Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian juga menekankan tentang kualitas. Ke depannya diharapkan proses desain dapat dipercepat dari 6 bulan menjadi 2 bulan.

“Platformnya harus menggunakan building information modelling (BIM), harus computer aided dan mapping menggunakan LIDAR,” tandas Hedy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini