Share

Cadangan BBM Subsidi Habis Dinikmati Orang Kaya?

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Sabtu 06 Agustus 2022 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 320 2643193 cadangan-bbm-subsidi-habis-dinikmati-orang-kaya-HAaWN6IZmY.jpg Cadangan BBM subsidi (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Pemerintah diminta mengatur penyaluran BBM subsidi kepada masyarakat yang berhak menerima. Ketua DPW Partai Perindo, Yusuf Lakaseng mengatakan, cadangan BBM bersubsidi bakal habis sebelum waktunya.

Misalnya saat ini cadangan solar tinggal 6,6 juta barel, sedangkan pertalite 8,8 juta barel. Yusuf menjelaskan BBM bersubsidi bakal lebih cepat habis ketika terjadi disparitas harga antara BBM bersubsidi dan non bersubsidi.

Ketika pemerintah tidak segera melakukan pengetatan terhadap penyaluran BBM bersubsidi, maka besar kemungkinannya masyarakat yang berpenghasilan cukup bakal beralih ke BBM non subsidi.

"Ini diperkirakan bakal Hanis di September, percepatan habis ini kan karena terjadi ada disparitas harga antara BBM subsidi dan non subsidi, orang migrasi, kelas menengah manja beralih ke pertalite," ujar Yusuf dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, Sabtu (6/8/2022).

Bahkan Yusuf mengungkapkan saat ini fenomena yang terjadi adalah masyarakat berpenghasilan menengah atas bahkan orang kaya yang memiliki kendaraan mewah masih menggunakan bahan bakar bersubsidi.

"Ada masyarakat mobilnya mewah, memang mereka membeli BBM non subsidi, seperti Pertamax turbo, tapi itu nanti dicampur juga dengan membeli BBM bersubsidi," sambung Yusuf.

Jika hal yang demikian terus terjadi, maka ancaman yang datang adalah kelangkaan BBM bersubsidi. Lemahnya pengaturan tersebut yang menurut Yusuf bakal menguras cadangan BBM subsidi, yang seharusnya bisa didapatkan oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah.

"Pertamina harus mengataasi kebocoran seperti ini, karena menurut saya kelangkaan itu tidak bisa tejadi, itu dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi sosial maupun politik," kata Yusuf.

Menurutnya penyalur Subdisi menggunakan myPertamina ini kurang efektif, karena masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang seharusnya tidak mendapatkan BBM bersubsidi memanfaatkannya. Namun perlu mengembalikan BBM ke harga psikologisnya.

"Tahun depan pemerintah sudah harus memulai mempersiapkan psikologis masyarakat, bila perlu pertalite dihapus, karena daripada kepahitannya berulang," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini