Share

Dampak Konflik China-Taiwan ke RI Lebih Parah Dibanding Ukraina-Rusia

Michelle Natalia, Sindonews · Minggu 07 Agustus 2022 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 07 320 2643532 dampak-konflik-china-taiwan-ke-ri-lebih-parah-dibanding-ukraina-rusia-cCaiJJv1eq.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ekonom sekaligus Direktur Celios Bhima Yudhistira mengatakan bahwa dampak dari ketegangan China dan Taiwan bisa berdampak lebih buruk dibanding perang Ukraina-Rusia. Pertama,

Taiwan sebagai proxy war antara kepentingan yang lebih luas antara AS dan China, sementara dua negara raksasa memiliki kaitan terhadap tujuan ekspor tradisional Indonesia masing-masing 21% dan 11% dari total ekspor.

"Artinya, 32% atau sepertiga ekspor Indonesia terancam, dan menurunkan surplus neraca dagang," ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Minggu (7/8/2022).

Kedua, secara geografis, posisi Taiwan ada di Asia yang berarti statusnya lebih berpengaruh dibanding Ukraina-Rusia. Persepsi investasi di kawasan Asia akan dipengaruhi kelanjutan konflik di Taiwan.

Ketiga, langkah China memberi sanksi ke Taiwan menambah panjang deretan negara yang melakukan proteksi ekspor pangan setelah sebelumnya ada 30 negara yang lakukan hal serupa dengan berbagai alasan.

"Justru ini kesempatan bagi Indonesia untuk penetrasi ekspor makanan jadi, buah buahan dan sayuran ke Taiwan. Sejauh ini ekspor sayuran ke Taiwan cukup besar. Indonesia juga memiliki keunggulan kompetitif dalam bahan baku makanan minuman dan makanan jadi," ungkap Bhima.

Tapi, secara risiko kalau Taiwan dan China jadi perang dagang maka eskalasi konflik akan mempengaruhi pasokan semiconductor sehingga penjualan mobil di Indonesia bisa tertekan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini