Share

Laba Soho Global Health Turun jadi Rp 193,63 Miliar di Semester I-2022

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Senin 08 Agustus 2022 16:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 278 2644122 laba-soho-global-health-turun-jadi-rp-193-63-miliar-di-semester-i-2022-XKJthBMcup.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Soho Global Health Tbk (SOHO) mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang semester I-2022.

Produsen Emiten farmasi tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp193,63 miliar atau turun 31,63% dari sebelumnya Rp282,87 miliar.

Meski demikian, pendapatan perseroan hingga akhir Juni 2022 mengalami kenaikan sebesar 2,38% menjadi Rp3,50 triliun dari sebelumnya Rp3,41 triliun.

Penjualan produk kesehatan konsumen naik 13,52% menjadi Rp1,16 triliun dari sebelumnya Rp1,02 triliun.

 BACA JUGA:United Tractors (UNTR) Ambil Alih Rp176,5 Miliar Saham ARKO

Kemudian, penjualan alat kesehatan tercatat sebesar Rp582,20 miliar atau naik 11,81% dari sebelumnya Rp520,68 miliar.

Sedangkan, penjualan produk obat turun 6,70% menjadi Rp1,72 triliun dari sebelumnya Rp1,85 triliun.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan naik 6,24 persen dari sebelumnya Rp2,65 triliun dari menjadi Rp2,81 triliun.

Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya bahan baku dan bahan pendukung menjadi Rp171,64 miliar dari Rp154,54 miliar. Adapun, biaya pabrikasi naik tipis 0,87% menjadi Rp 5,40 miliar.

Beban penjualan perseroan juga naik menjadi Rp361,87 miliar dari sebelumnya Rp350,83 miliar.

Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp68,84 miliar, sedengkan beban penelitian dan pengembangan turun 6,32% menjadi Rp12,19 miliar.

Hingga akhir Juni 2022, total nilai aset SOHO tercatat sebesar Rp4,27 triliun atau naik 6,19% dibandingkan akhir Desember tahun lalu yang sebesar Rp 4,02 triliun.

Kemudian, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp1,87 triliun dan total ekuitas sebesar Rp2,39 triliun.

Manajemen SOHO memproyeksikan bahwa, bisnis sepanjang tahun 2022 masih akan dipengaruhi oleh pandemi Covid-19.

Adapun, tantangan bisnis yang dihadapi SOHO sepanjang tahun ini antara lain, jumlah kasus positif Covid-19 yang melandai dan cenderung menurunkan permintaan suplemen daya tahan tubuh.

Selanjutnya, ketidakpastian sehubungan dengan penerimaan penyedia layanan kesehatan dan konsumen atas produk baru yang diluncurkan.

Serta, pertumbuhan bisnis distribusi yang sangat bergantung pada kemampuan untuk menambah bisnis baru dan prinsipal baru secara berkelanjutan.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini