Share

Pertumbuhan Ekonomi Positif, Bahlil: Bukti Investasi On The Track

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Senin 08 Agustus 2022 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 320 2644206 pertumbuhan-ekonomi-positif-bahlil-bukti-investasi-on-the-track-E08DtC70mt.jpg Pertumbuhan ekonomi positif bukti investasi on the track (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,44% di kuartal II 2022. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menilai hal ini membuktikan bahwa realisasi investasi di Indonesia berjalan baik.

Menurutnya sektor pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih di dorong oleh sektor konsumsi. Artinya ketika pencatatan pertumbuhan ekonomi itu terhitung tumbuh, maka konsumsi masyarakat juga sedang tumbuh.

"Saya mau tekankan bahwa daya beli masyarakat ini disebabkan karena ada kepastian pendapatan dan lapangan pekerjaan," ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Senin (8/8/2022).

Bahlil menjelaskan pemerintah hadir dalam menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat dengan salah satu instrumennya adalah investasi yang tumbuh, sehingga masyarakat memiliki pendapatan yang tetap untuk belanja.

Sekedar informasi pada pertumbuhan di kuartal II 2022 disumbangkan dari industri pengolahan terhadap 0,82%, kemudian transportasi dan pergudangan 0,76%, perdagangan 0,58%, Informasi dan komunikasi 0,5%, dan lainnya 2,78%.

"Dari data yang ini menunjukkan bahwa lapangan kerja yang tercipta lewat hilirasi Alhamdulillah mulai signifikan, jadi ini membantah kalau ada yang mengatakan bahwa industri kita tidak kita dorong dengan penciptaan lapangan kerja yang masif," lanjut Bahlil.

Adapun sumber realisasi investasi triwulan II 2022 berdasarkan sektor, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya adalah Rp48,2 tirliun, sektor pertambangan Rp33,0 triliun, perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp26,7 triliun, Transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp25,6 triliun, dan industri makanan Rp22,4 tirliun.

"Ini connect, jadi bangun industri, bangun smelter, lalu tambang, lalu kemudian di ekspor, industri makan juga tumbuh, kita sudah pada posisi on the track lah," kata Bahlil.

Bahlil mengungkap bahwa telah diberikan mandat oleh Presiden Joko Widodo agar mendorong investasi pada sektor high teknologi, namun harus ke sektor padat karya untuk menciptakan lapangan kerja.

"Kita bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi dengan baik hanya dengan syarat, harus menjaga stabilitas politik kita, kedua bagaimana kompak kolaborasi, ketiga kecepatan kepastian hukum, ini mampu kita upgrade," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini