Share

Marak Kecelakaan di Pintu Perlintasan, KAI Ingatkan Masyarakat untuk Lebih Tertib

Suparjo Ramalan, iNews · Senin 08 Agustus 2022 18:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 08 320 2644220 marak-kecelakaan-di-pintu-perlintasan-kai-ingatkan-masyarakat-untuk-lebih-tertib-FJfeMFiySc.jpg Kereta Api. (Foto: KAI)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyesalkan kejadian kecelakaan lalu lintas antara mobil dengan kereta api (KA) Argo Cheribon tujuan Gambir - Cirebon pada 6 Agustus 2022 di perlintasan tanpa palang pintu antara Stasiun Waruduwur - Stasiun Babakan.

Selain menimbulkan korban jiwa sebanyak empat orang, perjalanan KA menjadi terganggu akibat kejadian tersebut.

Lokomotif CC 2061334 milik KAI mengalami kerusakan dan terjadi keterlambatan.

Di mana perjalanan pada KA Argo Cheribon selama 136 menit, KA Ciremai terlambat 30 menit, dan KA Matarmaja terlambat 15 menit.

 BACA JUGA:Laba Bersih KAI Naik 254% di Semester I 2022

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, KAI meminta semua pihak sesuai dengan kewenangannya masing - masing agar lebih peduli dan memberikan perhatian menertibkan perlintasan.

"Setelah sebelumnya terjadi kecelakaan pada perlintasan sebidang di Serang dengan Odong-odong, kali ini kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa kembali terjadi di wilayah Cirebon. KAI menyampaikan ucapan turut belasungkawa kepada para keluarga korban," ujar Joni, Senin (8/8/2022).

Dia mencatat kereta api memiliki jalur tersendiri dan tidak dapat berhenti secara tiba-tiba, sehingga pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan KA.

Seluruh pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melalui perlintasan sebidang.

Hal tersebut sesuai Undang-undang (UU) 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 124 dan UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 114.

Selain itu, KAI juga selalu menekankan agar pemilik jalan sesuai kelasnya melakukan evaluasi keselamatan atas keberadaan perlintasan sebidang di wilayahnya.

Pemilik jalan adalah pihak yang harus mengelola perlintasan sebidang seperti melengkapi perlengkapan keselamatan atau menutup perlintasan sebidang.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 94 Tahun 2018 wewenang untuk penanganan dan pengelolaan perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan dilakukan oleh pemilik jalannya.

Pengelolaaan untuk perlintasan sebidang yang berada di jalan nasional dilakukan oleh Menteri, Gubernur untuk perlintasan sebidang yang berada di jalan provinsi, dan Bupati/Wali Kota untuk perlintasan sebidang yang berada di jalan kabupaten/kota dan desa.

"KAI berharap pemerintah untuk dapat melakukan peningkatan keselamatan pada Perlintasan sebidang demi keselamatan bersama. Masyarakat juga diharapkan agar berhati-hati saat akan melintasi perlintasan sebidang. Pastikan jalur yang akan dilalui sudah aman, tengok kanan dan kiri, serta patuhi rambu-rambu yang ada," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini