Share

Melantai di BEI, Segar Kumala (BUAH) Janji Bagi Dividen 60% dari Laba Bersih

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 09 Agustus 2022 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 278 2644479 melantai-di-bei-segar-kumala-buah-janji-bagi-dividen-60-dari-laba-bersih-2zi3JQPn3E.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan tercatat ke-41 pada tahun 2022.

Direktur Utama BUAH, Renny Lauren, mengatakan perseroan akan membagikan dividen sebanyak-banyak 60% dari laba bersih perseroan.

Adapun Renny memperkirakan akan membagikannya pada tahun depan.

 BACA JUGA:Resmi IPO, Saham Klinko Karya (KLIN) Langsung ARB

"Sesuai dengan prospektus yang kita sebutkan, kita berharap bisa memberi laba yang besar untuk pemegang saham keseluruhan, baik pendiri maupun masyarakat, sama-sama bisa merasakan manfaat investasi," kata Renny saat ditemui di Hotel Langham, Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022).

Renny menyebut serangkaian proses initial public offering (IPO) menjadi momen penting bagi Segar Kumala Indonesia yang telah bertransformasi dari bisnis kecil keluarga menjadi perusahaan publik.

Dengan melantai di bursa hari ini, Renny menegaskan perseroan dapat memiliki akses keuangan dan jejaring bisnis yang terbuka lebar.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

"Sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan peluang pasar yang bertumbuh cepat khususnya untuk mempermudah mobilitas masyarakat agar lebih efektif dan efisien," tuturnya.

Seperti diketahui, BUAH mencatatkan mencatatkan penjualan sekitar Rp200 miliar pada kuartal I/2022,

"Kami optimistis kinerja tahun ini akan berjalan sesuai rencana yang kami tetapkan," jelasnya.

Secara keseluruhan, Perseroan berhasil mencatatkan tren pertumbuhan yang baik dalam tiga tahun terakhir di tengah pandemi Covid-19.

Sepanjang tahun 2021, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,02 triliun.

Realisasi tersebut meningkat 32,78%, dibandingkan tahun 2020 sebanyak Rp769,21 miliar.

Renny memaparkan hal itu di sebabkan oleh peningkatan kebutuhan dan daya beli masyarakat untuk buah-buahan dan ketersediaan stok barang yang lebih stabil dari tahun sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini