Share

Biasa Impor, Emiten BUAH Segera Gandeng Petani Lokal

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 09 Agustus 2022 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 278 2644577 biasa-impor-emiten-buah-segera-gandeng-petani-lokal-kQZB1xhA9T.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Importir buah, PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) merencanakan akan membuka lahan budidaya buah-buahan dan menggandeng para petani lokal sebagai bagian dari ekspansi perusahaan di masa depan.

Tak hanya impor buah yang dikejar, melainkan kontribusi buah dalam negeri juga akan menjadi target perseroan.

Direktur Utama PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) Renny Lauren, memaparkan strategi tersebut memerlukan pendekatan untuk mengenal lahan dan petani lokal.

 BACA JUGA:Melantai di BEI, Segar Kumala (BUAH) Janji Bagi Dividen 60% dari Laba Bersih

"Itu cita-cita ke depan, salah satu visi dan misi kita adalah untuk memberdayakan petani lokal, artinya kita harus mencoba untuk pendekatan ke lahan dan petani lokal," kata Renny dalam jumpa pers di Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022).

Menurut Renny, pendekatan ke petani lokal secara langsung dapat membantu pengadaan produk-produk buah perseroan, sejalan dengan kegiatan impor buah premium yang selama ini dilakukan.

"Tentu agar kita paham, karena kita selama ini gak pegang lahan, kita musti pendekatan ke petani," ujarnya.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sampai saat ini, seluruh produk BUAH masih berasal dari impor negara-negara pemasok.

Kendati demikian, permintaan produk buah premium dinilai masih cukup besar di Indonesia.

"Hal itu di sebabkan oleh peningkatan kebutuhan dan daya beli masyarakat untuk buah-buahan dan ketersediaan stok barang yang lebih stabil dari tahun sebelumnya terutama untuk item yang utama seperti Apel, Anggur, Jeruk, dan Pir," tuturnya.

Seperti diketahui, BUAH resmi menjadi perusahaan terbuka setelah melantai di bursa pada hari ini. Melalui dana penawaran umum perdana ini, perseroan akan menggunakan sebesar 75% untuk modal kerja.

Renny menerangkan perseroan akan mengembangkan tiga cabang baru untuk memacu penjualan perseroan.

"Kita memperkirakan ada pembukaan tiga cabang baru yakni di Aceh, Palu, dan Kendari. Sampai akhir tahun 2022-2023 kita akan terus masih mensurvei lokasi-lokasi yang kami anggap strategis," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini