Share

Cisadane Sawit Raya (CSRA) Raup Pendapatan Rp521,54 Miliar, Naik 34%

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Selasa 09 Agustus 2022 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 278 2644635 cisadane-sawit-raya-csra-raup-pendapatan-rp521-54-miliar-naik-34-T5WnLDTi0G.JPG Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 34% menjadi Rp521,54 miliar di semester I-2022.

Direktur Keuangan dan Pengembangan Strategis CSRA, Seman Sendjaja mengatakan pencapaian penjualan selama kuartal kedua mengalami sedikit gangguan dikarenakan turunnya harga CPO di bulan Mei dan Juni.

"Pencapaian tengah tahunan ini sangat menggembirakan bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan juga periode yang sama sebelum pandemi," kata Seman dalam keterangan resminya, Selasa (9/8/2022).

 BACA JUGA:Garudafood (GOOD) Bukukan Laba Rp180,81 Miliar, Turun 10,47% di Semester I-2022

Seman memaparkan perseroan terus mendorong efisiensi biaya sejalan dengan upaya memacu produktivitas di seluruh lini operasi.

Menurutnya, hal itu membuat produksi perseroan konsisten selama enam bulan pertama tahun ini.

Hal itu terlihat dari pertumbuhan laba bersih sebesar 113,3% menjadi Rp178,01 miliar atau naik dua kali lipat dari periode sama tahun lalu senilai Rp83,45 miliar.

Sampai dengan Juni 2022, total luas lahan tertanam CSRA mencapai 19.148 hektare.

Dari luas lahan perkebunan yang tertanam tersebut, seluas 16.439,7 hektare ditanami tanaman yang menghasilkan (mature).

Secara umum, profil tanaman perseroan masuk dalam kategori produktif, dikarenakan umur tanaman yang masih muda.

Tanaman berusia 4-7 tahun menempati area seluas 2.632,8 hektare dan tanaman berusia 8-17 tahun menempati area seluas 9.762,0 hektare.

"Dengan profil tersebut, perusahaan yakin akan tren pertumbuhan produksi yang positif secara jangka panjang," tandasnya.

Dari sisi neraca, diketahui total aset CSRA per 30 Juni 2022 mencapai Rp1,78 triliun, alias meningkat 1,8% dari akhir 2021 sebesar Rp1,75 triliun.

Jumlah kewajiban pembayaran atau liabilitas ditutup sebesar Rp845,80 miliar, alias terpangkas 12,9% dibandingkan akhir tahun 2021

"Ini dikarenakan adanya penurunan hutang bank jangka pendek. Per posisi akhir semester I/2022, hutang perbankan jangka panjang tercatat sebesar Rp542,96 miliar atau menurun 7,3% dibandingkan posisi per akhir tahun 2021," pungkasnya.

Sementara posisi ekuitas perseroan berada di level Rp939,21 miliar pada 30 Juni 2022, atau meningkat 20,2% dibandingkan posisi akhir tahun 2021 karena peningkatan laba ditahan atas laba bersih pada periode berjalan yang meningkat cukup tajam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini