Share

Larangan Ekspor CPO Sudah Lama Dicabut, Harga TBS Sawit Masih Rp1.600/Kg

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Selasa 09 Agustus 2022 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 320 2644514 larangan-ekspor-cpo-sudah-lama-dicabut-harga-tbs-sawit-masih-rp1-600-kg-56kvtJ84fT.jpg CPO. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sekretaris Jendral Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto mengungkapkan, saat ini harga sawit belum stabil pasca dicabutnya larangan ekspor CPO (Crude Palm Oil) oleh pemerintah.

Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di level petani plasma, rata-rata tertinggi berkisar Rp2.150/ kg dan terendah Rp1.600/kg.

"Walaupun terjadi perbedaan harga antara petani plasma dan swadaya dengan selisih harga 20%, namun kita berharap harga sawit akan kembali bagus sehinga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani sawit dan keluarga," ujar Darto kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (9/8/2022).

 BACA JUGA:Kenaikan Harga CPO Dorong Pendapatan Teladan Prima (TLDN) hingga Rp1,77 Triliun

Maka dari itu, dia mengimbau kepada para petani agar terus merawat kebun untuk meningkatkan produksi hasil dan mendorong agar pemerintah daerah dapat memfasilitasi pembangunan kelembagaan petani sawit swadaya.

Sehingga para petani dapat bermitra dengan pabrik dalam penyediaan bahan baku.

"Dengan begitu, perbedaan harga TBS antara petani plasma dan swadaya tidak terlalu jauh," jelasnya.

Fluktuasi harga TBS itu, kata Darto, sangat rentan terjadi di sektor kelapa sawit.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sebab sawit merupakan orientasi pasar dan dominan ekspor.

Jika terjadi masalah di arena pasar, maka akan berdampak ke harga TBS. Ini adalah resiko komoditas ekspor.

Tetapi bagaimanapun, diterangkan Darto, para petani sudah mengelola sawit luas, dan harga TBS petani tetap harus di jaga agar bisa memberikan kesejahteraan bagi para petani.

"Ini yang mesti dijelaskan kepada para petani sawit oleh pemerintah dengan tidak menjanjikan target harga TBS. Namun pemerintah tetap diminta untuk melakukan stabilitasi pasar sawit dengan mendorong dan mempercepat kelapa sawit berkelanjutan agar sawit Indonesia tetap memiliki prospek positif di level global," bebernya.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekjen SPKS tersebut juga mendorong agar Kemenko Perekonomian bersama BPDP-KS untuk mempercepat program penguatan sumber daya manusia para petani di daerah dengan bekerjasama dengan Dinas-dinas Perkebunan Daerah.

Dengan harapan, terdapat sumber daya manusia yang hebat di level para petani untuk menerapkan sistem budidaya perkebunan yang tepat.

Namun tetap dibantu dengan program penyediaan pupuk yang terjangkau oleh petani.

Selama harga tidak stabil ini, Darto meminta kepada pemerintah untuk dapat mendistribusi pupuk murah kepada para petani di daerah yang dilakukan secara transparan dan bertanggungjawab.

Sebab, para petani masih mendapatkan harga pupuk yang mahal.

"Pupuk masih mahal, berkisar Rp700 ribu sampai Rp800 ribu/zak," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini