Share

Ekonomi Dunia 2023 Diramal Gelap, Ekonom Sebut Perfect Storm Tapi Indonesia Beruntung

Feby Novalius, Okezone · Selasa 09 Agustus 2022 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 320 2644637 ekonomi-dunia-2023-diramal-gelap-ekonom-sebut-perfect-storm-tapi-indonesia-beruntung-rPOvkFXxNM.jfif Ekonomi Dunia Diramal Gelap di 2023. (Foto: okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa Sekjen PBB memprediksi bahwa ekonomi dunia tahun ini sangat sulit dan 2023 gelap. Tidak hanya PBB, lembaga keuangan internasional IMF hingga Bank Dunia pun memiliki proyeksi yang sama.

Menyikapi prediksi tersebut, Ekonom sekaligus Direktur Celios Bhima Yudhistira mengungkapkan ekonomi dunia menghadapi badai yang sempurna atau perfect storm.

"Perfect storm itu di mana inflasi tinggi terjadi di berbagai negara yang membuat daya beli menurun," ujarnya kepada Okezone, Selasa (9/8/2022).

Baca Juga: Sri Mulyani Desain APBN 2023 untuk Hadapi Ekonomi Dunia Gelap

Padahal, lanjut Bhima, konsumsi masyarakat baru sembuh dari pandemi. Biaya bahan baku berbagai jenis industri kembali meningkat, ditambah dengan meluasnya konflik geopolitik ke negara seperti Taiwan. Hal ini memicu gangguan rantai pasok yang signifikan.

"Industri manufaktur yang kontribusinya 20% dari PDB sulit untuk bertahan. Ujungnya adalah kebangkrutan massal," tuturnya.

Baca Juga: Tahun Depan Gelap, Ini 4 Pernyataan 'Horor' Presiden Jokowi Hasil Obrolan PBB hingga IMF

Menurut Bhima, situasi ini mirip dengan resesi tahun 1970-an. Di mana dampak terburuknya akan menganggu stabilitas politik di berbagai negara.

"Kita ingat betul tahun transisi era Orde Lama ke Orde Baru berkaitan dengan hyperinflasi membuat biaya hidup sangat tinggi," tuturnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Senada dengan Bhima, Ekonom David Sumual mengungkapkan penyebab ekonomi dunia diprediksi gelap karena harga komoditas global fluktuatif dan cenderung tinggi. Sementara kebijakan bank sentral global terutama Fed cenderung ketat.

"Dampaknya banyak negara akan masuk resesi, bahkan krisis," tuturnya.

Namun, kata David, Indonesia beruntung karena untungnnya ekspor yang mayoritas komoditas.

"Jadi justru diuntungkan sementara sektor konsumsi domestik juga dominan dorong pertumbuhan ekonomi," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini