Share

Pemerintah Tutup Pelabuhan Pontianak, Ini Alasannya

Suparjo Ramalan, iNews · Selasa 09 Agustus 2022 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 09 320 2644854 pemerintah-tutup-pelabuhan-pontianak-ini-alasannya-EjOMTehKoC.JPG Ilustrasi pelabuhan. (Foto: Pelindo I)

JAKARTA - PT Pelindo (Persero) memastikan pemerintah pusat akan menutup Pelabuhan Pontianak lantaran sudah mendekati masa kapasitas.

Artinya pelabuhan di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) itu sudah tidak bisa diperluas lagi.

Kondisi tersebut dinilai tidak efisien secara bisnis.

Alasan lain diungkapkan Direktur Utama Pelindo, Arif Suhartono bahwa langkah penutupan Pelabuhan Pontianak itu juga untuk mendukung efektifitas Pelabuhan Kijing di Mempawah.

"Seperti yang disampaikan bahwa ini adalah sebagai pengganti Pelabuhan Pontianak, di mana saat ini antara kapasitas dengan trafik yang di Pontianak mendekatinya. Jadi ini memang didesain sebagai pengganti Pelabuhan Pontianak, karena pelabuhan Pontianak sudah mendekati masa kapasitasnya," ujar Arif usai peresmian Pelabuhan Kijing, Selasa (9/8/2022).

Arif mencatat sebagian kawasan di sekitar Pelabuhan Kijing akan direlokasi untuk kegiatan hilirisasi industri sumber daya alam (SDA) di Kalimantan Barat.

Sehingga, kinerja pelabuhan Kijing perlu dioptimalkan, salah satunya melalui penutupan Pelabuhan Pontianak.

Meski begitu, pemberhentian operasional secara permanen Pelabuhan Pontianak akan dilakukan secara bertahap.

Tahap-tahapan ini juga disesuaikan dengan proses pembangunan infrastruktur pendukung untuk Pelabuhan Kijing.

Misalnya pembangunan dan pelebaran jalan yang menghubungkan Kijing-Pontianak.

"Penutupan Pelabuhan Pontianak, kita berharap ada pelebaran jalan dari pelabuhan Kijing ke Pontianak karena 70 persen kargo di pelabuhan Pontianak berasal dari daerah sekitarnya dan 30 persen di dareai-dareh sini (Mempawa)," tuturnya.

Pada 1 Januari 2022, lanjut Arif, pihaknya akan memindahkan sebagian kegiatan petikemas dari Pontianak ke Kijing.

Relokasi tersebut sejalan dengan izin operasional Pelabuhan Kijing secara menyeluruh yang diperoleh Pelindo dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sebelumnya, perseroan hanya mengantongi izin operasional sementara.

"Suda beroperasi penuh saat ini, artinya pelabuhan ini bisa digunakan, dan izin resmi kemenhub sudha kami terima, kalau dulu sementar, sekarang permanen. Terkait penutupan Pontianak, ada persyaratan jalannya sudah dilebarkan, dan ultimate-nya ada jalan tol yang menghubungkan Singkawang dan Pontianak," jelasnya.

Saat ini berbagai kegiatan bongkar muat sudah dilakukan di Pelabuhan Kijing. Adapun kegiatan tersebut salah satu diantaranya adalah pengiriman CPO.

"Saat ini juga sudah dipakai, meskipun saat konstruksi kita sudah pakai, dan untuk curah cair sudah kita dapatkan izin permanen, dan sekitar 900.000 ton suda melalui Pelabuhan ini. Untuk itu bukan hanya untuk keluar masuk CPO, tapi juga ada kegiatan hilirisasi di sekitar pelabuhan ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini