Share

Acset Indonusa (ACST) Kantongi Kontrak Baru Rp822 Miliar

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Rabu 10 Agustus 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 278 2645567 acset-indonusa-acst-kantongi-kontrak-baru-rp822-miliar-XFtIlGVcJ3.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Emiten konstruksi PT Acset Indonusa Tbk (ACST) mengantongi kontrak baru sebesar Rp822 miliar hingga Agustus 2022.

Secara rinci, perseroan meraih kontrak baru sebesar Rp516,4 miliar pada semester pertama tahun ini atau naik 169,8% dari Rp191,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kemudian, hingga Agustus 2022, Acset mendapat tambahan kontrak baru sebesar Rp306 miliar,” kata Sekretaris Perusahaan ACST Maria Cesilia Hapsari, dalam acara Workshop Wartawan Pasar Modal 2022, Rabu (10/8/2022).

 BACA JUGA:Acset Indonusa (ACST) Catat Rugi Bersih Rp114,45 Miliar di Semester I-2022

Maria menjelaskan, sebagian besar kontrak baru perseroan diperoleh dari sektor infrastruktur, utamanya proyek pengerjaan penambahan lajur tol Tangerang-Merak milik PT Marga Mandala Sakti.

Semenatara itu, dalam sektor fondasi telah mengerjakan proyek baru yaitu pengerjaan ramp LRT Jati Bening.

Kemudian, perseroan juga mengerjakan proyek fasilitas baru PT Astra Honda Motor di Delta Mas.

Lebih lanjut, Maria menyampaikan bahwa, perseroan mendapatkan kontrak baru yakni proyek Bentonite Cement Batang – Soil Improvement pada 11 Juni lalu.

Kemudian, pada 16 Juni 2022, perseroan mendapatkan kontrak baru untuk mengerjakan penambahan lajur tol Tangerang - Merak.

Selain itu, perseroan juga melakukan groundbreaking proyek pelebaran jalur ketiga ruas tol Cikande-Serang Timur pada 4 Agustus, serta melakukan topping off apartemen Cleon Park Jakarta Garden City pada 8 Agustus 2022 lalu.

“Perseroan terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan kinerja, seiring menyambut pemulihan industri konstruksi yang mulai dirasakan. Sehingga kami terus aktif berpartisipasi dalam peluang-peluang yang tersedia,” ucapnya.

Saat ini, ACST memiliki 19 proyek berjalan yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Batam dan Kepulauan Riau.

Adapun, proyek yang dikerjakan di Jakarta meliputi proyek-proyek fondasi dan gedung prestisius yang memiliki kompleksitas tinggi.

Sementara itu, proyek yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera mayoritas meliputi proyek pembangkit listrik strategis dan jalan tol.

“Saat ini kami sangat antusias terhadap potensi pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia, yang mana sejalan dengan visi kami untuk berpartisipasi lebih banyak dalam bidang infrastruktur,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini