Share

Dampak Rusia-Ukraina Ancam Pasokan Gandum, Bagaimana Nasib Indonesia?

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 320 2645504 dampak-rusia-ukraina-ancam-pasokan-gandum-bagaimana-nasib-indonesia-FAI1Lo8J2n.JPG Ilustrasi gandum. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Pengamat Pangan, Kepala Pusat Bioteknologi IPB University mengatakan konflik yang terjadi antara Rusia - Ukraina mengancam pasokan gandum yang bakal masuk ke Indonesia.

Dia menyebut saat ini Indonesia sudah ketergantungan dengan impor gandum dari Ukraina, bahkan negara tersebut menjadi pemasok gandum terbesar kedua ke Indonesia.

"Pertama terkait Ukraina, dunia masih buntu, karena Rusia ini mengembargo pelabuhan di Ukraina, sehingga Ukraina tidak bisa mengeluarkan gandumnya untuk diekspor ke negara lain," ujar Dwi Andreas saat dihubungi MNC Portal, Rabu (10/8/2022).

 BACA JUGA:Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat Akibat Suplai Gandum Seret, Mendag: Enggak!

Menurutnya, Rusia - Ukraina menjadi pemasok terbesar Gandum dunia, sehingga adanya embargo tersebut bakal berdampak pada rantai pasok gandum termasuk ke Indonesia.

"Saat ini gandum yang diproduksi oleh Ukraina tidak bisa keluar, padahal Rusia Ukraina memasok sekitar 30% pasar gandum dunia, jadi sangat besar peranannya," katanya.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Namun, dia menjelaskan kalau Indonesia masih bisa terbantu dengan memproduksi maupun mengimpor jagung, sebab menurutnya saat ini mayoritas gandum yang di impor dari Rusia - Ukraina adalah untuk kebutuhan pakan ternak.

"Kalau misalnya jagung tidak terganggu, Indonesia bisa mengimpor Jagung, mungkin akan ter substitusi oleh jagung, kalau produksi dalam negeri sudah mentok untuk jagung," lanjutnya.

Sedangkan kalau untuk memproduksinya sendiri, saat ini Indonesia masih kurang lahan garapan untuk jagung, padahal produksi jagung dalam Negeri disaat seperti cukup prospektif.

"Kalau lahan petani ada, sekarang ini harganya cukup bagus, mereka bisa meningkatkan produksinya cukup tajam, untuk menggantikan gandum yang dari Ukraina," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo juga menyinggung tentang pasokan gandum yang ke Indonesia yang bakal terhambat.

Bahkan menurut Mentan adanya embargo tersebut membuat 180 juta ton gandum tidak bisa keluar dari Ukraina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini