Share

Harga Avtur Bebani Maskapai Penerbangan Lebih dari 10%

Suparjo Ramalan, iNews · Rabu 10 Agustus 2022 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 320 2645524 harga-avtur-bebani-maskapai-penerbangan-lebih-dari-10-roqSINWKot.jpg Garuda Indonesia. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat kenaikan harga bahan bakar atau avtur saat ini memberikan beban operasional maskapai penerbangan lebih dari 10%.

Adapun kenaikan harga avtur mencapai 70% dibandingkan tahun lalu.

Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati menyebut berdasarkan hasil evaluasi dan review Kemenhub dicatatkan bahwa kenaikan harga avtur telah membebani biaya operasional maskapai penerbangan.

Secara keseluruhan, bahan bakar mempengaruhi 60% atas biaya operasional perusahaan.

 BACA JUGA:Harga Avtur Pengaruhi Biaya Tambahan Maskapai, Kemenhub Ungkap Alasannya

Sehingga perlu kebijakan alternatif untuk untuk menyesuaikan biaya operasional dan harga avtur yang melambung tinggi saat ini.

"Jadi, itu tenu dampak utamanya karena avtur, kemarin kami melakukan review dampaknya ke beban operasional, surcharge itu kemungkinan kalau dampak kenaikan harga bahan bakar lebih dari 10 persen terhadap operasional perusahaan," ujar Adita, Rabu (10/8/2022).

Mahalnya harga avtur, lanjut Adita, menjadi alasan Kemenhub memberikan ruang agar maskapai penerbangan menyesuaikan biaya tambahan (fuel surcharge).

Langkah tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) yang memperbolehkan pengenaan fuel surcharge, bila harga avtur memberikan beban operasional maskapai lebih dari 10%.

Beleid yang dimaksud adalah Permenhub Nomor 20/2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Layanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

"Faktanya sekarang sudah lebih dari 10% itu akhirnya keputusan pemerintah memberikan raung lagi, tapi sekali lagi itu tidak mandatory, itu opsional karena dalam penerbangan ada kompetisi. Jadi tergantung penilaian masing-masing perusahaan dan pelaku 3 bulan untuk dievaluasi lagi," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini