Share

Daftar 5 Pengusaha Mi Instan di Indonesia, Mana yang Kesukaan Kalian?

Zuhirna Wulan Dilla, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 10:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 455 2645159 daftar-5-pengusaha-mi-instan-di-indonesia-mana-yang-kesukaan-kalian-7tK77PEpZs.JPG Ilustrasi mi instan. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Daftar lima pengusaha mi instan terkaya di Indonesia wajib diketahui.

Baru-baru ini muncul kabar bahwa harga mi instan bakal naik tiga kalil lipat.

Bahkan kabar ini sudah diwanti-wanti oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Mentan menyebut kalau saat ini pasokan gandum Ukraina yang menjadi bahan baku pembuatan mi instan mengalami masalah.

 BACA JUGA:Perbandingan Harga Mi Instan Indonesia dengan Luar Negeri, Lebih Mahal Mana?

Di mana saat ini terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar negara.

"Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujar Mentan dalam webinar bersama Ditjen Ditjen Tanaman Pangan, Senin (8/8/2022).

Berdasarkan catatan Okezone, Rabu (10/8/2022), berikut ini daftar 5 pengusaha mi instan terkaya di Indonesia:

1. Anthoni Salim

Dia merupakan CEO Indofood sekaligus salah satu pembuat mie instan terbesar di dunia.

Indofood menciptakan mi instan dengan merek Indomie, Supermi, Sarimi, Pop Mie (dominan), Intermi, Sakura dan Vitami (terbatas).

Ada juga produk lama seperti Top Mie, Super Cup, Nikimiku, Aseli Mi, Mi Peduli, Mie Ummah, Mie Sayaaap, Mie Semar, Pop Bihun, Anakmas Mi Sukiyaki, Miqu, dan masih banyak lagi.

Dikutip Forbes, harta Anthoni mencapai USD8,5 miliar atau setara Rp126,30 triliun (Kurs Rp14.859 per USD).

Anthoni adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dari almarhum Liem Sioe Liong, seorang taipan yang selama beberapa dekade sangat dekat dengan Presiden Soeharto.

2. Jogi Hendra Atmadja

Dia merupakan pemilik usaha Mayora Group.

Di mana Mayora group salah satu produsen mie instan dengan beragam produk inovatif, seperti Bakmi Mewah dan Mi Gelas.

Menurut Forbes, harta kekayaan Jogi mencapai USD4,1 miliar atau setara Rp60,92 triliun.

3. Eddy Katuari

Dia adalah bos dari Wings Group dengan produk merek Mie Sedaap, Eko Mie, So Yumie dan Mie Suksess.

Dia memiliki kekayaan USD1 miliar atau setara dengan Rp14,85 triliun

4. Djajadi Djaja

Dia merupakan pengusaha Tanah Air yang menjadikan mi sebagai bisnisnya.

Banyak yang belum mengetahui bila Indomie bukanlah produk asli buatan Grup Salim. Awal kemunculan Indomie diprakarsai oleh 4 orang China asal Medan, lewat perusahaan Sanmaru Food Manufacturing Co Ltd yang didirikan pada April 1970. Mereka adalah Djajadi Djaja Chow Ming Hua, Wahyu Tjuandi, Ulong Senjaya, dan Pandi Kusuma.

Djajadi Djaja bersama rekan-rekan kemudian memperkenalkan Indomie (Indonesia Mie) ke publik pada tahun 1972.

Indomie merupakan produk mie instan kedua yang muncul di Indonesia setelah Supermi.

Diketahui, saat itu posisi Salim yang kuat dengan menguasi perdagangan terigu bersama Bogasari.

Salim menginginkan merek Indomie yang populer itu agar berpindah kepadanya.

Hingga akhirnya pemasaran yang agresif dari Sarimi membuat Djajadi melunak dengan tawaran dari Salim.

Kemudian, Pada tahun 1984, mereka sepakat untuk membentuk perusahaan patungan bernama PT Indofood Interna Corporation. Djajadi (dan rekan-rekannya) mendapat 57,5% dan Salim 42,5%.

Di mana saham Djajadi (dan rekan-rekannya) di PT Indofood Interna seluruhnya menjadi kekuasaan Salim.

Setelahnya Djajadi lebih memilih untuk melanjutkan bisnis pabrik mie instan baru yang sudah dirintisnya sejak Mei 1993 yaitu PT Jakarana Tama sampai sekarang.

Pabrik tersebut memproduksi mie dengan merek Gaga.

Perusahaan juga memiliki beberapa merek lain, seperti 100, 1000, Mie Gepeng, Mie Telor A1, Otak-otak, Sosis Loncat.

5. Husain Djojonegoro

Dia mengelola grup ABC yang memiliki merek mi Selera Rakyat, Happy Mie dan Kare.

ABC Holding yang saat ini di bawah PT ABC President Indonesia, perusahaan tersebut mengedarkan mie instan bermerek ABC dan Gurimi.

Adapun dia memiliki kekayaan USD1,25 miliar atau setara dengan Rp18,57 triliun seperti yang dikutip Forbes.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini