Share

Dolar Loyo setelah Inflasi AS Menurun di Juli 2022

Antara, Jurnalis · Kamis 11 Agustus 2022 07:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 278 2645745 dolar-loyo-setelah-inflasi-as-menurun-di-juli-2022-WWuZYUzQfD.jpg Dolar AS Melemah Hari Ini. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Dolar AS turun terhadap sekeranjang mata uang utama di akhir perdagangan Rabu. Dolar AS melemah setelah data inflasi AS menurun pada Juli 2022.

Hal ini meningkatkan ekspektasi siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve kurang agresif daripada yang diantisipasi sebelumnya.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang saingannya, turun 1,025 persen pada 105,26 pada pukuk 19.15 GMT.

Baca Juga: Dolar Tertekan Data Klaim Pengangguran AS Meningkat

"Ini adalah kabar baik bagi pedagang valas, karena ini adalah reaksi yang cukup jelas dan Anda mungkin akan melihat bahwa masih ada beberapa tindak lanjut," kata Analis OANDA, Edward Moya, dikutip dari Antara, Kamis (11/8/2022).

Dolar turun 1,58% pada 132,97 yen, dengan greenback sempat merosot sebanyak 2,3% terhadap mata uang Jepang, penurunan terbesar sejak Maret 2020.

Baca Juga: Khawatir Resesi AS, Dolar Anjlok ke Level Terendah

"Dalam latar belakang di mana pasar menjadi lebih puas dengan perkiraan FF (Fed fund), hari-hari terburuk yen tampaknya telah berakhir," kata Analis TD Securities.

The Fed telah mengindikasikan bahwa beberapa penurunan bulanan dalam pertumbuhan IHK akan diperlukan, sebelum membiarkan pengetatan kebijakan moneter agresif yang telah dilakukan untuk menjinakkan inflasi yang saat ini berjalan di level tertinggi empat dekade.

Namun, pedagang berjangka yang terkait dengan suku bunga acuan bank sentral AS menanggapi data inflasi Rabu (10/8/2022) dengan memangkas taruhan bahwa Fed akan memberlakukan kenaikan 75 basis poin ketiga berturut-turut pada September, dan sebagai gantinya akan memilih peningkatan setengah persentase poin.

"Apa yang Anda lihat adalah pasar menikmati kemungkinan Fed bergerak ke arah sikap yang kurang hawkish, bukan dovish, tetapi sedikit kurang hawkish," kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial.

Euro naik 0,83% menjadi 1,0297 dolar, sementara sterling naik 1,16 persen menjadi 1,22145 dolar, dengan kedua mata uang di jalur untuk kinerja satu hari terbaik mereka sejak pertengahan Juni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini