Share

Konstruksi IKN Nusantara Bakal Dilakukan September 2022

Tim Okezone, Okezone · Kamis 11 Agustus 2022 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 470 2646188 konstruksi-ikn-nusantara-bakal-dilakukan-september-2022-Swjw81pP5p.png IKN Nusantara. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penandatanganan lelang untuk proyek infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur bakal dilakukan akhir Agustus 2022.

Dikutip Antara, dia pun menyebut kalau setelah itu akan langsung dimulai konstruksi pembangunan fisik.

“Tanda tangan kontrak (akhir Agustus). Habis itu langsung konstruksi,” kata Basuki di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Dia mengatakan tidak ada masalah ketersediaan anggaran dari pemerintah untuk memulai pembangunan fisik tahun ini.

 BACA JUGA:IKN Nusantara Segera Dibangun, Bagaimana Nasib Desa Sekitar?

Kemudian, dia memastikan bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sudah menyetujui anggaran untuk pembangunan fisik IKN.

Kini, Menkeu dan jajaran eselon I Kementerian Keuangan sedang menelaah lebih lanjut usulan anggaran dari Kementerian PUPR untuk masuk dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

“Untuk DIPA-nya saya pikir Menteri Keuangan sudah oke. Lagi ditelaah, biasanya dengan eselon I nya, biasanya untuk masuk di dalam dokumen DIPA. Tidak masalah,” ujarnya.

Untuk sejumlah proyek infrastruktur yang pembangunannya ditargetkan segera dimulai, antara lain, proyek untuk pematangan lahan (land development), jalan tol, jalan, jalan nasional, jalan logistik, dan rumah susun pekerja. Selain itu, pemerintah juga akan segera menyiapkan lelang untuk pembangunan proyek Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara atau (KIPP).

"(Istana) baru mau tender. Land development-nya sudah, tol-nya sudah tender, kemudian yang logistik sudah. Rumah susun untuk para pekerja juga mudah-mudahan akhir bulan ini sudah ada penetapan pemenang," jelasnya.

Dia mengaku optimistis dapat menyerap anggaran pembangunan IKN pada tahun ini yang sebesar Rp5,4 triliun secara optimal.

"Dulu kita bisa lebih, Rp7 triliun sekian. Tapi karena ini baru bisa mau September, kita kurangi Rp5,4 triliun. Kalau tidak, ada sisa DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) kan malu juga, minta banyak tidak bisa serap,” bebernya.

Namun, dia belum bisa memastikan apakah Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri langsung peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek di IKN, sebagaimana berita yang beredar saat ini.

Menurutnya, residen Jokowi kurang begitu menyukai seremoni groundbreaking.

Hal itu karena Presiden Jokowi, kata Basuki, lebih menyukai untuk meninjau proyek fisik yang pembangunannya sudah berjalan.

“Ada groundbreaking atau tidak kami masih belum tahu. Kalau groundbreaking kan Presiden, Presiden tidak suka groundbreaking. Meninjau yang sudah jalan, iya. Tapi kalau untuk mulai, beliau tidak. Karena beliau beberapa kali di Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi), groundbreaking ternyata sudah empat kali, tidak jalan-jalan,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini