Share

Waskita Kebut Pembangunan Proyek Pantai Tanjung Lesung

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 12:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 278 2646578 waskita-kebut-pembangunan-proyek-pantai-tanjung-lesung-RPwCxlczS2.JPG Waskita Karya. (Foto: Waskita)

JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengakselerasi progres pembangunan pengamanan Pantai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berlokasi di Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang, Banten.

Proyek tersebut bertujuan untuk melindungi pantai, kawasan pariwisata dan pemukiman di daerah sekitar dari abrasi saat pasang laut, serta melestarikan vegetasi daerah tersebut.

Dalam upaya menarik untuk berinvestasi, pemerintah pun membangun kembali kawasan tersebut.

Adapun, proyek pengamanan Pantai KEK Tanjung Lesung Kabupaten Pandeglang paket 1 ini sudah dimulai pasca bencana tsunami pada 2018 lalu.

 BACA JUGA:Waskita Karya (WSKT) Catat Rugi Rp236,51 Miliar di Semester I-2022

SVP Corporate Secretary perseroan, Novianto Ari Nughroho mengatakan bahwa, tujuan dibangunnya proyek ini selain untuk melindungi garis pantai dari ancaman abrasi, juga untuk melindungi jalan nasional.

"Proyek ini juga mendukung bangkitnya pertumbuhan ekonomi kawasan pariwisata,” kata Novianto dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (12/8/2022).

Proyek senilai Rp 249 miliar ini membutuhkan waktu pengerjaan selama 1.080 hari.

Proyek ini memiliki total panjang 6,2 kilometer yang dilengkapi dengan jogging track dengan lebar 5 meter, dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2023.

Saat ini, progres proyek telah mencapai 51,35% dari rencana awal per akhir Juli 2022 yaitu 49,53%.

Selain itu, proyek ini juga melewati delapan pantai yang membentang di wilayah Kabupaten Pandeglang yaitu Pantai Batu Hideung, Pantai Legon Waru, Pantai Cipenyu, Pantai Karang Meungpeuk, Muara Kalica - Pantai Bodur, Tanjung Lesung Resort, Lalassa Beach, Pantai Sacna.

Sebagai informasi, sejak terjadinya bencana gempa Banten pada 2018 lalu, sektor pariwisata di Banten khususnya Tanjung Lesung mengalami penurunan drastis.

Menurut data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, sebelum gempa terjadi kunjungan pariwisata di daerah tersebut mencapai 70%.

“Namun setelah peristiwa tersebut, untuk mencapai 30-50% saja mereka harus berjuang dengan keras,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini