Share

Emas Melemah, Hartadinata Abadi (HRTA) Catat Pendapatan Rp3,22 Triliun

Anggie Ariesta, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 278 2646878 emas-melemah-hartadinata-abadi-hrta-catat-pendapatan-rp3-22-triliun-Ab7PouoGKD.jpg Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Meski ada pelemahan harga emas dunia, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatatkan kinerja yang gemilang hingga pertengahan tahun 2022.

HRTA berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,22 triliun.

Pendapatan tersebut meningkat sebesar 31,18% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

 BACA JUGA:RMK Energy (RMKE) Raup Laba Bersih Rp141,8 Miliar di Semester I-2022

Peningkatan ini menunjukan kinerja yang solid dari HRTA di tengah situasi pandemi dan juga melemahnya harga emas dunia.

Direktur Utama HRTA, Sandra Sunanto menjelaskan, pencapaian pertumbuhan kinerja HRTA yang signifikan tersebut dikontribusikan oleh penjualan EmasKita dan Kencana yang mencapai 45% dari total pendapatan konsolidasian.

"Perseroan bersama dengan PT Emas Antam Indonesia (EAI) juga terus berinovasi pada produk emas batangan Perseroan dengan menambahkan fitur BullionProtect®, yaitu teknologi terbaru proteksi keaslian logam mulia yang dikembangkan oleh SICPA bekerja sama dengan METALOR Technologies," ungkap Sandra dalam keterangan resmi kepada MNC Portal, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Pertumbuhan pendapatan HRTA ini didorong oleh adanya peningkatan dalam penjualan emas murni sebesar 27,26% dari 2,84 ton pada 1H2021 menjadi 3,62 ton pada 1H2022.

Selain itu harga rata – rata jual (Average Selling Price/ASP) tercatat pada level Rp876,429/ gram di 1H2022, yang meningkat 3,05% YoY dari yang sebelumnya Rp850,482/ gram pada 1H2021.

Peningkatan juga tercatat pada laba bersih Perseroan sebesar 40,66% YoY menjadi Rp133,24 miliar.

Penjualan ke grosir masih menjadi kontributor utama dengan porsi 89,83%, yang diikuti oleh penjualan eceran sebesar 8,81% dan bisnis gadai sebesar 1,10%.

Sedangkan ROA dan ROE kini meningkat ke level 6,89% dan 16,62%. Di sisi lain, Perseroan berhasil mencatatkan penurunan rasio DER dari sebelumnya 1,58x di 1Q22 menjadi 1,41x di 1H22.

Untuk Teknologi BullionProtect saat ini ditambahkan pada produk emas murni batangan ukuran 10 gram, 25 gram, 50 gram dan 100 gram, dimana tinta keamanan (security ink) telah terbukti mengamankan dan mengantisipasi tindakan pemalsuan.

Kedepannya, Perseroan berencana untuk menerapkan teknologi yang sama untuk emas batangan dengan gramasi yang lebih kecil. Sandra yakin dan optimis bahwa masyarakat bisa berinvestasi emas dengan lebih aman, estetik dan elegan saat ini melalui produk EmasKITA.

Untuk mendorong penjualan EmasKITA dan KENCANA, Perseroan juga telah meluncurkan e-commerce emaskita.id yang dapat langsung diakses oleh pelanggan untuk membeli produk EmasKITA dan KENCANA, melakukan buyback, serta melakukan verifikasi keaslian emas dan untuk mengakses fitur Augmented Reality. Perseroan berharap dengan kehadiran e-commerce emaskita.id dapat meningkatkan inklusifitas emas terhadap masyarakat dan penjualan ritel secara B2C.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini