Share

4 Fakta Harga Mi Instan Bakal Naik, Mendag dan Mentan Malah Beda Pernyataan

Shelma Rachmahyanti, MNC Media · Minggu 14 Agustus 2022 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 320 2646569 4-fakta-harga-mi-instan-bakal-naik-mendag-dan-mentan-malah-beda-pernyataan-P1twSpTSr2.jpg Harga Mi Instan Bakal Naik. (Foto: Okezone.com/Kekmedicine)

JAKARTA – Harga mi instan bakal naik hingga tiga kali lipat dalam waktu dekat. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melihat adanya dampak perang antara Rusia - Ukraina terhadap rantai pasok bahan makanan yang tersendat ke Indonesia.

Ketergantungan impor komoditas yang dihasilkan oleh negara yang berkonflik tersebut bakal membuat kenaikan harga produk di dalam negeri.

Berikut fakta harga mi instan bakal naik yang dirangkum di Jakarta, Minggu (14/8/2022).

1. Pasokan Gandum Bermasalah

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, saat ini pasokan gandum Ukraina yang menjadi bahan baku pembuatan mie instan contohnya mengalami masalah, bahkan dikatakan Mentan, saat ini terdapat kurang lebih 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa keluar negara.

"Jadi hati-hati yang makan mie banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini," ujar Mentan dalam webinar bersama Ditjen Ditjen Tanaman Pangan, Senin (8/8/2022).

Baca Juga: Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Indomie Bisa Rp9.000 hingga Samyang Hampir Rp60.000

Mentan menjelaskan ketersediaan gandum dunia sebetulnya ada, namun adanya konflik global yang membuat masalah pada rantai pasok bakal membuat harga gandum menjadi mahal.

"Ada gandumnya, tetapi harganya akan mahal bangat, sementara kita impor terus ini, kalau saya jelas tidak setuju, apapun kita makan saja, seperti singkong, sorgum, sagu," kata Mentan.

2. Segera Naik 3 Kali Lipat

Harga mi instan bakal naik tiga kali lipat. Hal ini karena perang Rusia-Ukraina berdampak pada rantai pasok makanan global seperti gandum.

Ketergantungan impor komoditas yang dihasilkan oleh negara yang berkonflik bakal membuat kenaikan harga produk di dalam negeri. Misalnya, pasokan gandum Ukraina yang digunakan sebagai bahan baku mi instan mengalami masalah.

Baca Juga: Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Masyarakat Beralih ke Apa?

Tercatat 180 juta ton gandum di Ukraina tidak bisa ke luar negera gegara perang tersebut.

"Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa (9/8/2022).

3. Mentan Ingatkan Soal Mahalnya Harga Gandum

Harga mi instan bakal naik tiga kali lipat dalam waktu dekat. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sudah berkali-kali mengingatkan soal mahalnya harga gandum.

Mahalnya gandum akan berpengaruh pada beberapa harga pangan seperti mi dan roti. Dampak perang Ukraina - Rusia telah menyebabkan gangguan pada rantai pasok global. Hal tersebut praktis membuat harga komoditas melambung tinggi.

"Perang mengakibatkan harga gandum naik 300%, biasanya 10%, berarti besok kita bermasalah dengan gandum," kata Mentan pada sambutannya dalam acara peringatan hari Krida Pertanian 22 Juni 2022.

4. Respons Mendag

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membantah tegas soal harga mi instan naik tiga kali lipat. Di mana, kenaikan itu disebut karena terdongkrak harga gandum.

Namun, Mendag mengatakan kalau negara-negara penghasil gandum seperti Australia, Kanada dan Amerika kini sudah kembali panen.

"Enggak (naik), dulu kan gagal panennya seperti Australia, Kanada, Amerika, sekarang panennya sukses. Apalagi sekarang Ukraina sudah boleh jual," kata Mendag saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Mendag pun juga memprediksi harga gandum secara global akan merangkak turun pada September 2022 mendatang. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini