Share

Bos BI: Mari Berinvestasi Karena Kita Cinta Indonesia

Michelle Natalia, Sindonews · Jum'at 12 Agustus 2022 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 320 2646892 bos-bi-mari-berinvestasi-karena-kita-cinta-indonesia-O9Q6h8Imtn.jpg Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: BI)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa ini adalah tahun ketiga penyelenggaraan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) sejak tahun 2019.

Pada Desember 2019, dia menyebutkan jumlah investor retail di Indonesia tidak lebih dari 2,5 juta.

"Setahun yang lalu, naik tidak lebih dari 5 juta. Tapi di bulan Juni 2022 ini, sudah mencapai 9,1 juta investor. Ada kenaikan yang sangat luar biasa, tapi jumlah investor ini masih terlalu kecil dibandingkan jumlah potensi investor kita, hanya mencapai 4%, apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain," ujar Perry dalam webinar LIKE IT: Sustain Habit in Investing, Invest in Sustainable Instruments di Jakarta, Jumat(12/8/2022).

 BACA JUGA:3 Strategi Bank Indonesia Kembangkan Ekonomi Hijau

Oleh karena itu, pihaknya bersama-sama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengajak semua pihak untuk terus mengembangkan pasar keuangan dan menumbuhkan jumlah serta nilai investor, khususnya investor retail untuk pembiayaan pembangunan bagi perekonomian nasional menuju Indonesia Maju.

"Acara LIKE IT kali ini bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun kemerdekaan kita yang ke-77. Ini mengingatkan kita bagaimana para pejuang kita dan proklamator kita, Bung Karno dan Bung Hatta memperoleh kemerdekaan kita di tanggal 17 Agustus 1945 yang dengan itu kita bisa tumbuh berkembang mengisi kemerdekaan. Demikian juga para pejuang kemerdekaan termasuk para pemuda, milenial kita yang terkenal gigih sejak Sumpah Pemuda sampai kemudian Proklamasi setelah itu terus mengisi pembangunan kita dari perjuangan menuju kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan. Oleh karena itu, LIKE IT punya makna, mari kita terus gelorakan semangat mengisi pembangunan, memulihkan ekonomi, memajukan ekonomi kita untuk Indonesia Maju," tegasnya.

Maka dari itu, dia menyebutkan peran investor sangat diperlukan untuk pembiayaan pembangunan, dalam hal ini investasi harus ditingkatkan dan diperjuangkan.

Pertama, berinvestasi tidak hanya untuk membiayai, tetapi juga karena cinta kepada NKRI. Negara ini membutuhkan pembangunan, membangun jalan tol, bandara, dan berbagai bentuk pembangunan lainnya untuk kemajuan ekonomi dan bangsa.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Investasi ini diperlukan untuk melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan dan memajukan ekonomi demi cinta pada tanah air.

Kedua, dalam berinvestasi, perlu untuk memahami instrumen-instrumennya, seperti saham, reksadana, obligasi, SBN, dan instrumen lainnya.

"Berbagai instrumen itu kita kembangkan. Maka dari itu, dalam berinvestasi kita harus benar-benar memahami instrumen, termasuk juga instrumen keuangan untuk pembiayaan hijau. Setiap instrumen akan menumbuhkan dan memberikan return atau imbal hasil, dan juga mengandung risiko masing-masing. Memahami jenis instrumen, jenis return, dan tingkat risiko, sangat penting bagi kita untuk betul-betul memaksimalkan pasar keuangan, memaksimalkan instrumen, tidak hanya untuk pembiayaan tetapi juga memberikan imbal hasil para investor," tambahnya.

Ketiga, dia menggarisbawahi bahwa untuk berinvestasi, haruslah bersikap bijak.

Ini termasuk bijak dalam merencanakan keuangan, bijak dalam menjual dan membeli, juga perilaku-perilaku yang tidak spekulatif, bijak di dalam berinvestasi.

"Itulah semangat proklamasi, semangat perjuangan, mari kita berinvestasi karena cinta kita kepada Indonesia. Mari kita berinvestasi untuk memahami instrumen, mari kita berinvestasi secara bijak dalam berencana keuangan dan tentu saja dalam tata kelola yang baik," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini