Share

Penjelasan Garuda Indonesia Soal Utang Rp10 Triliun ke Boeing

Suparjo Ramalan, iNews · Sabtu 13 Agustus 2022 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 278 2647089 penjelasan-garuda-indonesia-soal-utang-rp10-triliun-ke-boeing-kHu4RwKbwB.jpg Utang Garuda Indonesia ke Boeing Bisa Bebas. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Produsen pesawat terbesar dunia, Boeing tidak melayangkan klaim piutang kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Di mana hal tersebut sudah 30 hari dari Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) PT Garuda Indonesia Tbk.

Adapun piutang Boeing ke Garuda Indonesia mencapai USD822 juta atau setara Rp10 triliun. Hanya saja Boeing tidak mendaftarkan diri dalam PKPU.

Baca Juga: Garuda Indonesia Putuskan Tidak Naikkan Harga Tiket Pesawat

Meski tidak mendaftar, produsen pesawat asal Amerika Serikat bisa melayangkan klaim sebelum 30 hari pasca PKPU diputuskan pengadilan.

“Boeing tidak mengikuti proses, tidak mendaftar dalam kesempatan 30 hari. Tentu saja by law Indonesian law kita sesama warga negara Indonesia kita akan follow apa yang sudah disepakati dalam ranah payung PKPU,” ujar Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra usai RUPS Garuda Indonesia di Hotel Ritz Carlton, Jumat, (12/8/2022).

Baca Juga: Garuda Indonesia (GIAA) Terbitkan Saham Baru, Segini Jumlahnya

Senada, Direktur Keuangan Garuda Indonesia, Prasetio mencatat 30 hari pasca putusan PKPU merupakan settlement claim. Di mana, jangka waktu itu menjadi kesempatan bagi kreditor yang belum memverifikasi jumlah piutang.

Kreditur yang telah menyepakati, jumlahnya telah masuk ke Daftar Piutang Tetap (DPT). Sementara bagi yang tak sepakat jumlah utang, ditentukan oleh ajudikator, dimana masuk juga ke daftar tersebut.

“Bagi yang tetap tidak memasukkan, secara akuntansi maupun secara hukum itu mereka-mereka ini merelakan gitu, tidak ada rekonsiliasi dengan kita,” ungkap Prasetio.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini