Share

Krisis Gandum, Indofood Siap Bantu Kementan Kembangkan Tanaman Sorgum

Iqbal Dwi Purnama, Okezone · Sabtu 13 Agustus 2022 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 278 2647093 krisis-gandum-indofood-siap-bantu-kementan-kembangkan-tanaman-sorgum-vrOLsjw2zA.jpg Gandum Kian Krisis karena Perang Rusia-Ukraina. (Foto: Okezone.com/Reuters)

JAKARTA - Kebutuhan gandum kian mengkhawatirkan usai terjadinya perang Rusia-Ukraina. Dampaknya dapat mendorong kenaikan harga-harga seperti mi instan.

Untuk itu, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Franciscus Welirang menyatakan siap mendukung upaya pemerintah dalam menggunakan bahan substitusi ketika pasokan gandum terganggu akibat adanya konflik Rusia-Ukraina.

Menurutnya, sorgum merupakan tanaman asli Indonesia yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan pangan nasional.

Baca Juga: Tanggapan Kementan Terhadap Isu Mie Instan: Pemerintah Ajak Masyarakat Waspadai Ancaman Krisis Pangan Global

"Kita dengan Pak Mentan SYL memperbincangkan banyak hal, tapi intinya bagaimana kita saat ini bisa mengembangkan bahan baku lokal seperti sorgum. Jadi, nanti ada program pengembangan tanaman sorgum bersama-sama," ujar Franky dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/8/2022).

Franky mengatakan, pengembangan sorgum sangat penting dilakukan untuk mensubtitusi tepung terigu berbahan gandum impor yang saat ini mulai sulit didapatkan akibat berbagai krisis global.

Baca Juga: Dampak Rusia-Ukraina Ancam Pasokan Gandum, Bagaimana Nasib Indonesia?

Lebih lanjut Franky mengungkapkan Indofood sebagai salah satu pelaku Industri pangan berbasis gandum menurut Franky siap melakukan proses pengolahannya dan pemerintah konsentrasi pada ranah produksi.

"Pertanian dalam bidang budidaya dan kami (pengusaha) dalam bidang prosesnya. Apalagi produk tepung ini kan berkembang terus, akan ada produk baru yang berkembang. Yang pasti inisiasinya dari Kementan," sambungnya.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menambahkan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk mengingatkan masyarakat dan juga pelaku industri pangan terhadap potensi krisis pangan tersebut.

Mencermati perkembangan kondisi pangan dunia yang tengah mendapatkan tekanan akibat pandemic Covid-19, perubahan iklim serta perang Ukraina-Rusia yang mengancam krisis pangan global, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk mengingatkan masyarakat dan juga pelaku industri pangan terhadap potensi krisis pangan tersebut.

“Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah mensubtitusi kebutuhan bahan pangan impor dengan bahan baku lokal. Untuk kebutuhan industri pangan olahan berbasis tepung terigu, Pemerintah mulai menggalakkan penanaman sorgum, singkong dan sagu yang dapat mensubstitusi gandum," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini