Share

Harga Minyak Brent dan WTI Anjlok, Ini Pemicunya

Antara, Jurnalis · Sabtu 13 Agustus 2022 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 320 2647068 harga-minyak-brent-dan-wti-anjlok-ini-pemicunya-6oj1BlF3Hm.jpg Harga Minyak Mentah Turun. (Foto: Okezone.com/Reuters)

NEW YORK- Harga minyak anjlok hingga 2% pada akhir perdagangan Jumat, di tengah ekspektasi gangguan pasokan di Teluk Meksiko AS bersifat jangka pendek. Selain itu, kekhawatiran resesi mengaburkan prospek permintaan minyak.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober merosot USD1,45 atau 1,5% menjadi USD98,15 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September terpangkas USD2,25 atau 2,4% menjadi USD92,09 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Hampir USD100/Barel Didukung Prediksi Badan Energi Internasional

Untuk minggu ini, harga Brent naik 3,4% minggu ini setelah jatuh 14% minggu lalu di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan inflasi dan suku bunga akan memukul pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar. Sementara itu WTI naik 3,5%.

"Kami mundur sedikit setelah kenaikan besar kemarin," kata Analis Hrup Price Futures, Phil Flynn, dikutip dari Antara, Sabtu (13/8/2022).

Baca Juga: Harga Minyak Naik di Tengah Peningkatan Stok AS 5,5 Juta Barel

Para awak diperkirakan akan mengganti bagian pipa minyak yang rusak pada akhir Jumat (12/8/2022) kata seorang pejabat pelabuhan Louisiana, yang memungkinkan dimulainya kembali produksi di tujuh anjungan minyak lepas pantai Teluk Meksiko AS.

Pada Kamis (11/8/2022), produsen minyak utama Teluk Meksiko AS Shell mengatakan pihaknya menghentikan produksi di tiga anjungan laut dalam di wilayah tersebut. Ketiga anjungan tersebut dirancang untuk menghasilkan gabungan hingga 410.000 barel minyak per hari.

Pipa Amberjack, salah satu dari dua yang dihentikan karena kebocoran, telah dimulai kembali dengan kapasitas yang berkurang, kata juru bicara Shell Cindy Babski. Pipa Mars tetap offline tetapi diperkirakan akan kembali beroperasi pada Jumat (12/8/2022), katanya.

Pasar juga menyerap pandangan permintaan yang kontras dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA).

"Kami melihat perlambatan ekonomi, tetapi tidak jelas apakah itu perlambatan sebesar yang diprediksi oleh beberapa pandangan baru-baru ini," kata Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.

"Permintaan akan pasang surut, tetapi pasokan masih menjadi perhatian utama," tambahnya.

Sanksi Eropa terhadap minyak Rusia akan diperketat akhir tahun ini sementara pelepasan energi terkoordinasi selama enam bulan yang disepakati oleh Amerika Serikat dan negara maju lainnya akan berjalan pada akhir tahun.

IEA menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaannya menjadi 2,1 juta barel per hari, dengan alasan peralihan gas-ke-minyak di pembangkit listrik.

IEA juga menaikkan prospek pasokan minyak Rusia sebesar 500.000 barel per hari untuk paruh kedua 2022 tetapi mengatakan OPEC akan berjuang untuk meningkatkan produksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini