Share

Garuda Indonesia Putuskan Tidak Naikkan Harga Tiket Pesawat

Antara, Jurnalis · Sabtu 13 Agustus 2022 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 320 2647074 garuda-indonesia-putuskan-tidak-naikkan-harga-tiket-pesawat-gQIgi4B1OL.jpg Garuda Indonesia Tidak Naikkan Harga Tiket Pesawat. (Foto: Okezone.com/AP 2)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memutuskan tidak menaikkan harga tiket pesawat kelas ekonomi domestik. Meski Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan yang mengatur maskapai penerbangan dapat menaikan harga tiket maksimal 15% dikarenakan kenaikan harga bahan bakar.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya telah mengulas dan mempertimbangkan untuk tidak menaikkan harga tiket pesawat melihat tren harga avtur yang mulai menurun.

Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Australia-Bali Lebih Mahal dari ke Thailand, Wagub Cok Ace Bilang Begini

"Sekarang kita lagi review, ini kelihatannya harga avtur menurun. Kan tidak adil dong harga avtur menurun, Garuda naikkan karena ada aturan Menteri Perhubungan," kata Irfan, dikutip dari Antara, Sabtu (13/8/2022).

Garuda Indonesia berpihak kepada penumpang untuk tidak menaikkan harga tiket. Dia menjelaskan bahwa harga tiket Garuda Indonesia sudah lebih tinggi dibandingkan dengan maskapai lain, sehingga tidak efektif apabila menaikkan lagi harga tiket yang sudah ada.

Baca Juga: Masyarakat Ngeluh Tiket Pesawat Mahal, ASITA: Maskapai Juga Perlu Survive

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menerbitkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 142 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) Yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam surat keputusan tersebut, maskapai bisa menaikkan biaya tambahan untuk pesawat udara jenis jet maksimal 15 persen dari tarif batas atas, dan 25 persen untuk pesawat udara jenis propeller.

Sebelumnya, biaya tambahan pesawat tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 68 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahann (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam aturan sebelumnya, biaya tambahan untuk pesawat udara jenis jet maksimal 10% dari tarif batas atas, da untuk pesawat udara jenis propeller maksimal 20% dari tarif batas atas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini