Share

Presiden Soekarno Dorong Pemberantasan Buta Huruf, Erick Thohir: Itu Masih Valid Sampai Hari Ini

Rizky Fauzan, MNC Portal · Sabtu 13 Agustus 2022 20:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 320 2647328 presiden-soekarno-dorong-pemberantasan-buta-huruf-erick-thohir-itu-masih-valid-sampai-hari-ini-3MQLL4xSF5.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti isu penting dalam pameran arsip dan mobil kepresidenan yang dipamerkan di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat hari.

Usai membuka dan meninjau pameran yang digelar untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-77 itu, Erick menilai sejumlah isu seperti program pemberantasan buta huruf yang dijalankan pada era kepemimpinan Soekarno masih valid hingga hari ini.

"Founding Father kita Bapak Soekarno mendorong yang namanya pemberantasan buta huruf ada foto-foto dan saksinya. Dan konteks itu saya rasa masih valid sampai hari ini," kata Erick di Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (13/8/2022).

Baca Juga: Erick Thohir Tak Mau BUMN Jadi Dinosaurus yang Mati Dimakan Zaman

Mantan pemilik klub sepak bola Inter Milan itu mengatakan bahwa di era digital saat sekarang ini. Pasalnya, menurut Erick dibutuhkan persiapan untuk dapat beradaptasi dengan perubahan era digitalisasi.

"Kalau dulu buta huruf hari ini dunia digital, yang bisa nanti kalau kita tidak beradaptasi membutakan kita. Karena di era digitalisasi ini akan terjadi perubahan yang besar-besaran," katanya.

"Kalau kita tidak beradaptasi sebagai bangsa, akhirnya kita akan menjadi bangsa yang tertinggal," kata dia.

Kemudian Erick berbicara tentang isu lainnya di dalam koleksi pameran yang disebutnya juga masih relevan dan valid dengan masa kini ialah arsip foto dan dokumen pendiri bangsa menjelaskan arti Pancasila di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Erick menyampaikan hal itu menjadi bukti bahwa kekuatan Indonesia sebagai sebuah bangsa terletak pada perbedaan yang dijadikan persamaan dan kekuatan. Isu ini, kata dia valid sampai sekarang, sebab banyak bangsa besar di dunia yang justru terpecah karena isu perbedaan.

Baca Juga: Luncurkan MetaNesia, Erick Thohir Tak Ingin Ketinggalan dan Menyesal

"Termasuk negara besar adidaya seperti Amerika yang sudah merdeka ratusan tahun, menghadapi itu terus yang seperti ini yang dari berapa tahun terus terulang," ujar dia.

Sebagai informasi, pameran arsip dan mobil kepresidenan di Sarinah dijadwalkan berlangsung secara terbuka untuk umum hingga 31 Agustus 2022 mendatang.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno membuka secara resmi Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan di Sarinah, Menteng, Jakarta Pusat. Pameran ini untuk memeriahkan HUT ke-77 RI. Dalam kesempatan ini hadir pula Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

"Dengan mengucapkannya Bismillahirrohmanirrohim, Pameran Arsip dan Mobil Kepresidenan resmi dibuka," kata Pratikno, Minggu (13/8/2022).

Sebanyak tujuh mobil kepresidenan akan dipamerkan di Sarinah hari ini hingga beberapa hari ke depan. Mobil pertama dengan merek atau type Buick Tahun 1939, pernah digunakan oleh Presiden RI 1 Soekarno.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Mobil kedua dengan spesifikasi merek Mercedes Benz S600 Guard Tahun 2008. Pernah digunakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo.

Mobil ketiga, dengan spesifikasi merek Mercedes Benz-Class E140 Tahun 1998. Kendaraan ini pernah digunakan oleh tiga Presiden RI, diantaranya Abdurrahman Wahid atau Gusdur, Megawati Soekarno Putri, dan SBY.

Mobil keempat yaitu Mercedes Benz S280 Tahun 1980. Pernah digunakan Presiden Soeharto, Presiden B.J. Habibie, dan Presiden Abdurrahman Wahid.

Kelima, mobil Mercedes Benz S-Class W126, pernah digunakan oleh Presiden Soeharto, Presiden B.J. Habibie, Presiden Abdurrahman Wahid

Sementara itu dua unit sedan Cadillac Fleetwood Brougham Tahun 1980, yang pernah digunakan oleh Presiden B.J. Habibie dan Tamu Negara dan Credential Duta Besar dipa

Sedangkan arsip berbentuk dokumen, foto, video dokumenter, dan memorabilia dalam pameran ini menampilkan kisah Presiden RI pertama Soekarna hingga Joko Widodo menjawab tantangan dan permasalahan di Indonesia dengan gaya dan citranya masing-masing. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini