Share

3 Skenario Pergerakan IHSG di Pekan Depan, Berikut Analisanya

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Minggu 14 Agustus 2022 08:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 14 278 2647430 3-skenario-pergerakan-ihsg-di-pekan-depan-berikut-analisanya-EtBVDnl29q.jpg IHSG Sepekan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir koreksi 0,43% di 7.129,27 pada akhir pekan ini, membawa serta 253 saham di zona merah, 174 tak bergerak, sedangkan 262 lainnya bertahan menguat.

Secara teknikal, setidaknya terdapat tiga skenario yang dapat menjadi peluang pergerakan IHSG di pekan depan. Inilah yang menjadi pengamatan Technical Analyst Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova.

"Kita lihat mungkin ke depan dengan pola yang terbentuk, kita melihat ada pola rising wedge, atau pola diagonal yang terbentuk di awal dari tren bullish," kata Ivan dalam 2nd Session Closing, dikutip Minggu (14/8/2022).

Skenario pertama, apabila IHSG mampu bertahan di atas level 7.082, Ivan menilai ada kemungkinan penguatan hingga mencapai area resisten di 7.200, sekaligus melejit hingga 7.232.

Adapun yang kedua adalah jika IHSG bergerak melemah di bawah 7.082, namun masih bertahan di area 7.045-7.055, dinilai merupakan momen sideways bagi IHSG.

"Artinya bisa ada rebound kembali untuk menguji ke level 7.160-7.180," terangnya.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sementara yang ketiga, jika tekanan jual terhadap pasar masih cukup kuat yang kemudian menembus level support 7.022, maka Ivan memandang ada potensi koreksi agresif hingga 6.950. 

Sisi Fundamental

Menurut Ivan, penurunan di akhir pekan Jumat (12/8) merupakan respons aksi profit taking pasar terhadap reli indeks dalam beberapa hari terakhir, yang telah membuatnya naik 0,63 persen dalam sepekan.

Kinerja emiten yang dibuktikan dengan penyampaian laporan keuangan kuartal kedua juga dinilai mulai berakhir. Ini menandakan pasar akan cenderung mengamankan keuntungannya dengan melakukan aksi jual.

Dari sisi global, inflasi Amerika Serikat yang menurun pada periode Juli 2022 sebesar 8,5% yoy juga dinilai menjadi katalis positif bagi pasar, yang setidaknya meredam eksepktasi bahwa Federal Reserve akan melanjutkan kebijakan suku bunga agresifnya.

"Kemungkinan pada rapat berikutnya, kenaikan suku bunga tidak seagresif yang direncanakan, terlebih di tengah ketidakpastian seperti ini, pelaku pasar masih akan mempertimbangkan untuk profit taking," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini