Share

Salim Ivomas (SIMP) Raup Laba Rp 441 Miliar di Semester I-2022

Cahya Puteri Abdi Rabbi, Jurnalis · Minggu 14 Agustus 2022 09:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 14 278 2647468 salim-ivomas-simp-raup-laba-rp-441-miliar-di-semester-i-2022-EpOhBE9dBf.jpeg Laba SIMP (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) membukukan kenaikan laba yang signifikan pada semester I 2022. Hingga akhir Juni 2022, SIMP mengantongi laba sebesar Rp 441 miliar atau naik 101% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 219 miliar.

Sementara itu, penjualan perseroan tercatat turun 10% menjadi Rp 8,07 triliun dari sebelumnya Rp 8,95 triliun. Secara geografis, penjualan domestik tercatat sebesar Rp 7,71 triliun dan penjualan ekspor sebesar Rp 359,76 miliar.

Berdasarkan produknya, penjualan produk minyak kelapa sawit (MKS) tercatat sebesar Rp 593,6 miliar, produk inti sawit dan produk terkait sebesar Rp 664,08 miliar, penjualan produk minyak goreng dan lemak nabati sebesar Rp 6,10 triliun dan produk lainnya menyumbang sebesar Rp 708,548 miliar.

Direktur Utama SIMP Mark Wakeford mengatakan, penurunan angka penjualan perseroan di semester pertama ini disebabkan oleh penurunan volume penjualan produk sawit, juga produk minyak dan lemak nabati (EOF), yang sebagian diimbangi oleh kenaikan harga jual rata-rata.

“Pada semester pertama ini, kami meraih kinerja keuangan yang positif serta peningkatan margin, terutama seiring kenaikan harga jual rata-rata produk sawit, serta upaya-upaya kami dalam pengendalian biaya dan efisiensi,” kata Mark dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (14/8/2022).

Dari sisi produksi, perseroan juga mengalami penurunan pada produksi tandan buah segar (TBS) inti sebesar 6% secara tahunan menjadi 1,28 juta ton dari sebelumnya 1,36 juta ton yang disebabkan oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung, serta kegiatan peremajaan tanaman kelapa sawit.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Sejalan dengan itu maka total produksi CPO turun 5% secara tahunan menjadi 327 ribu ton dari sebelumnya sebesar 345 ribu ton.

“Kondisi cuaca telah mempengaruhi produksi TBS inti kami, namun secara kuartalan, kami telah melihat pemulihan produksi pada kuartal II dibandingkan kuartal I,” kata dia.

Ia menyampaikan bahwa, di tengah berbagai tantangan pada sektor agribisnis, perseroan tetap fokus memprioritaskan belanja modal terutama pada kegiatan peremajaan kelapa sawit dan infrastruktur, peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, peningkatan produktivitas dan berfokus pada praktik-praktik agrikultur yang baik secara berkelanjutan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini