Share

Saudi Aramco Raup Kenaikan Laba 90% di Semester I-2022

Dinar Fitra Maghiszha, Jurnalis · Minggu 14 Agustus 2022 17:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 14 320 2647654 saudi-aramco-raup-kenaikan-laba-90-di-semester-i-2022-wjhygnYEHy.jpg Saudi Aramco (Foto: Okezone)

JAKARTA - Raksasa minyak negara Arab Saudi Aramco mencatatkan kenaikan laba mencapai 90% pada kuartal kedua. Hal tersebut didorong oleh harga minyak yang tinggi dan meningkatnya volume penjualan.

Laba bersih Aramco naik menjadi 181,64 miliar riyal atau setara USD48,39 miliar, dibandingkan dari 95,47 miliar riyal pada setahun sebelumnya. Sementara pendapatannya selama semester I/2022 ini mencapai secara USD88 miliar.

CEO Aramco, Amin Nasser, mengharapkan pertumbuhan permintaan minyak dapat terus tumbuh selama sisa tahun ini di tengah tekanan ekonomi global.

"Untuk menjaga keamanan pasokan energi, inilah yang membuat Aramco bekerja untuk meningkatkan produksi dari berbagai sumber energi — termasuk minyak dan gas, serta energi terbarukan, dan energi hidrogen," kata Nasser, dilansir Reuters, Minggu (14/8/2022).

Nasser menegaskan pihaknya akan terus berinvestasi dan mengembangkan prospek bisnis rendah karbon. Komitmen ini dibuat demi mencegah tingkat pemanasan global yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Seperti diketahui, kesehatan keuangan Aramco sangat penting bagi stabilitas negara Arab Saudi. Terlepas dari upaya bertahun-tahun untuk mendiversifikasi ekonomi, Saudi masih sangat bergantung pada penjualan minyak dan gas sebagai pendapatan untuk membayar upah sektor publik, subsidi, tunjangan kepada warga Saudi, hingga mempertahankan pengeluaran sektor pertahanan.

Dikutip dari Associated Press, Arab Saudi saat ini memproduksi sekitar 10 juta barel per hari, yang sebagian besar produknya dikirim ke Asia, dengan pelanggan terbesarnya adalah China.

Putra mahkota Saudi pada bulan lalu mengatakan bahwa kapasitas produksi maksimum negara adalah 13 juta barel per hari. Perusahaan sebelumnya menyatakan akan berkomitmen penuh untuk memenuhi janji produksi tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini