Share

BPS: Windfall Ekspor Berakhir Jika Harga Komoditas Kembali Normal

Michelle Natalia, Sindonews · Senin 15 Agustus 2022 12:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 320 2648021 bps-windfall-ekspor-berakhir-jika-harga-komoditas-kembali-normal-xTultCfWnu.jpg Ilustrasi ekspor. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekspor Indonesia tumbuh secara impresif pada periode bulan Januari-Juli 2022.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menyebut hal ini lebih dikarenakan peningkatan harga komoditas ekspor, khususnya pada komoditas ekspor utama Indonesia.

"Namun demikian, windfall ini bisa berakhir jika harga komoditas kembali pada kondisi normal, karena volume ekspor komoditas utama Indonesia cenderung stagnan," ujar Setianto dalam rilis BPS di Jakarta, Senin(15/8/2022).

Dia mencatat dalam beberapa bulan terakhir, harga komoditas ini sudah mulai menurun.

 BACA JUGA:BPS: Tingkat Ketimpangan Penduduk Indonesia Meningkat

Misalkan feronikel, menunjukkan terjadinya peningkatan volume ekspor tetapi harganya mengalami penurunan.

Tercatat, nilai ekspor Indonesia Juli 2022 mencapai USD25,57 miliar. Angka ini menurun 2,20% dibanding ekspor Juni 2022/month-to-month(mtm).

Dibanding Juli 2021 atau year-on-year (yoy), nilai ekspor naik sebesar 32,03%.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Juli 2022 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar USD354,2 juta, atau setara 6,86%.

Sementara penurunan terbesar ekspor nonmigas Juli 2022 terhadap Juni 2022 terjadi pada komoditas besi dan baja sebesar USD257,4 juta atau setara 11,51%

"Ekspor nonmigas Juli 2022 terbesar adalah ke China yaitu USD5,03 miliar, disusul Amerika Serikat(AS) USD2,51 miliar dan India USD2,26 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 40,50%," ungkapnya.

Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) tercatat masing-masing sebesar USD4,68 miliar dan USD1,88 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini