Share

Jumlah Pelaku Ekonomi Digital RI Diprediksi Meningkat 34% di 2030

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Senin 15 Agustus 2022 15:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 15 320 2648161 jumlah-pelaku-ekonomi-digital-ri-diprediksi-meningkat-34-di-2030-PTnxl86gDA.jpg Ilustrasi ekonomi RI. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan, jumlah pelaku ekonomi digital meningkat secara signifikan.

Ekonomi digital memberikan sejumlah manfaat bagi masyarakat, antara lain mempercepat dan mempermudah transaksi, serta meningkatkan akses informasi dan transparansi.

“Sejak pandemi Covid-19 mulai merebak di Indonesia pada 2020, terjadi peningkatan penetrasi konsumen digital Indonesia. Diprediksi pada hingga 2025 nanti, angka penetrasi konsumen digital akan terus meningkat mencapai 77 persen dari total populasi Indonesia,” ungkap Wamendag, dikutip Senin (15/8/2022).

 BACA JUGA:Erick Thohir Optimis RI Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Menyikapi hal tersebut, lanjut Jerry, Kemendag telah melaksanakan berbagai strategi dari sisi peningkatan permintaan.

Di antaranya berkolaborasi dengan universitas, asosiasi, Dinas Perdagangan, komunitas, dan pakar terkait dalam peningkatan kualitas produk, kerja sama dengan platform lokapasar untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berjualan daring, dan penciptaan UKM naik kelas/UKM Go Ekspor melalui kerja sama meningkatkan ekspor melalui platform lokapasar bagi 1.500 pelaku UKM.

Dari sisi kebijakan, lanjutnya, Kemendag juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

"Permendag ini diharapkan dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bertransaksi, baik bagi konsumen, maupun bagi pelaku usaha," jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2020 tercatat sebesar Rp15.400 triliun. Sementara, ekonomi digital Indonesia tercatat sebesar Rp632 triliun.

Meskipun kontribusinya masih relatif kecil terhadap ekonomi nasional, tetapi tumbuh cukup pesat.

Pada 2030, Wamendag memprediksi, niaga elektronik business to business (b2b) dan business to consumer (b2c) lokapasar dapat menyumbang nilai tertinggi dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia, yaitu sebesar Rp1.908 triliun atau 34%.

“Dengan dukungan seluruh pihak terkait pengembangan ekosistem digital nasional, diharapkan dapat meningkatkan nilai ekonomi digital Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini