Share

BEI Cabut Suspensi Efek Metro Healthcare Indonesia (CARE)

Anggie Ariesta, Jurnalis · Selasa 16 Agustus 2022 05:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 278 2648514 bei-cabut-suspensi-efek-metro-healthcare-indonesia-care-QPVAdBoZ2Z.jpg BEI cabut supensi perdagangan efek CARE (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara perdagangan Efek (suspensi) PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE). Perdagangan efek CARE sempat dihentikan sementara pada 1 Agustus 2022.

Pembukaan kembali suspensi perdagangan efek CARE secara efektif berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai pada perdagangan sesi II hari ini, Senin 15 Agustus 2022.

"Mempertimbangkan bahwa PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (Perseroan) telah melakukan pemenuhan atas penyampaian Laporan Keuangan Tahunan yang Berakhir per 31 Desember 2021, Bursa memutuskan untuk mencabut penghentian sementara perdagangan Efek Perseroan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, mulai sesi II perdagangan hari Senin, tanggal 15 Agustus 2022," tulis Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1 Adi Pratomo Aryanto dan P.H. Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Martin Satria D. Bako.

Sebelumnya, Bursa mengumumkan bahwa perdagangan efek CARE di suspensi dalam Pengumuman Bursa Peng-SPT-00008/BEI.PP1/08-2022, Peng-SPT-00016/BEI.PP2/08-2022, Peng-SPT-00010/BEI.PP3/08-2022 tanggal 1 Agustus 2022 perihal Penyampaian Laporan Keuangan Auditan yang Berakhir per 31 Desember 2021.

Baca Juga: Presiden Jokowi Sebut Sistem Penyaluran BLT BBM yang Dijalankan Sudah Bagus

Dengan demikian, Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan.

Setidaknya terdapat 12 perusahaan yang masuk dalam daftar suspensi tersebut, salah satunya PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE).

BEI dalam pengumumannya menyebutkan, para emiten yang dihentikan sementara perdagangan sahamnya itu, belum menyampaikan laporan keuangan auditan per 31 Desember 2021.

Suspensi juga diberikan kepada perusahaan yang belum melakukan pembayaran denda atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan itu.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini